Duh, Balita di Surabaya Hilang Terbawa Arus Selokan! Tim SAR Kerahkan Drone!

Warga Surabaya sedang berduka. Seorang balita berusia 3,5 tahun dilaporkan hilang setelah tercebur ke selokan dan terbawa arus. Tim SAR gabungan bergerak cepat, mengerahkan segala upaya, termasuk penggunaan drone untuk mencari korban. Berikut adalah rangkuman kejadian ini:

  • Kejadian: Balita tercebur selokan di kawasan Babatan, Surabaya.
  • Usia Korban: 3,5 tahun, berinisial MR.
  • Upaya Pencarian: Tim SAR menggunakan drone dan metode estafet menyisir sungai.
  • Kendala: Area sungai dipenuhi eceng gondok.

Kronologi Kejadian: Balita Tercebur Selokan

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Babatan, Surabaya. Seorang balita berinisial MR (3,5 tahun) dilaporkan tercebur ke dalam selokan dan langsung terseret arus air yang cukup deras. Kejadian ini sontak membuat panik warga sekitar dan orang tua korban yang saat kejadian sedang tidak berada di tempat.

Tim SAR Bergerak Cepat: Drone Dikerahkan!

Menanggapi laporan tersebut, Tim SAR gabungan dari berbagai instansi langsung bergerak cepat. Mereka tidak hanya menggunakan metode pencarian konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi canggih, yaitu drone. Penggunaan drone ini sangat membantu karena dapat menjangkau area yang sulit diakses oleh tim penyelamat di darat, terutama area sungai yang dipenuhi eceng gondok.

Fokus Pencarian: Area Sungai dan Jembatan SMPN 34

Komandan Tim Basarnas Kantor SAR Surabaya, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa fokus pencarian menggunakan drone adalah area sungai, khususnya di sekitar jembatan SMPN 34. Area ini menjadi perhatian khusus karena banyaknya eceng gondok yang menutupi permukaan air, sehingga menyulitkan pencarian secara manual. Drone diharapkan dapat mengidentifikasi tanda-tanda keberadaan korban dari udara.

Strategi Pencarian: Estafet dan Manuver Perahu Karet

Selain menggunakan drone, tim SAR juga menerapkan metode estafet dalam menyisir sungai. Metode ini memungkinkan tim untuk menjangkau area yang sulit diakses akibat tumpukan eceng gondok. Tim secara bergantian menyisir area dari posko ke jembatan SMPN 34, dan dari jembatan Royal. Selain itu, tim juga menggunakan perahu karet dengan teknik manuver untuk menciptakan gelombang kecil di air. Cara ini diharapkan dapat mengangkat tubuh korban jika tertimbun lumpur di dasar sungai.

Kendala Pencarian: Eceng Gondok dan Arus Deras

Pencarian korban tidaklah mudah. Selain arus sungai yang cukup deras, tumpukan eceng gondok menjadi kendala utama. Eceng gondok menutupi permukaan air, sehingga menyulitkan tim untuk melihat langsung kondisi di dalam air. Meskipun begitu, tim SAR terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan balita malang tersebut.

Imbauan untuk Orang Tua

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para orang tua, untuk selalu waspada dan mengawasi anak-anak, terutama saat bermain di dekat area berbahaya seperti selokan atau sungai. Kelengahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

Mari Berdoa Bersama

Semoga balita MR segera ditemukan dalam kondisi selamat. Mari kita panjatkan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top