- Kenapa Indonesia memutuskan gabung BRICS?
- Apa arti ‘bebas aktif’ dan kenapa itu penting?
- Bagaimana Indonesia menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kerjasama internasional?
Indonesia di BRICS: Bebas Aktif Harga Mati!
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjadi negara non-blok atau non-aligned meski sudah menjadi anggota BRICS. Beliau menyampaikan ini dalam wawancara eksklusif dengan ANTARA di Jakarta. “Sejarah kita menunjukkan bahwa ketika kita memihak salah satu blok kekuatan, masyarakat kita menjadi terpecah,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran banyak pihak bahwa Indonesia akan condong ke salah satu blok kekuatan global setelah resmi menjadi anggota BRICS. BRICS sendiri adalah kelompok negara yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Sekarang, BRICS sudah berkembang menjadi BRICS+ dengan masuknya beberapa negara anggota baru, termasuk Indonesia.
Kenapa Indonesia Pilih BRICS? Ini Alasannya!
Sugiono menjelaskan bahwa keputusan Indonesia untuk menjadi anggota BRICS adalah bagian dari politik luar negeri yang bebas dan aktif. Beliau menekankan bahwa sebelum bergabung dengan BRICS, Indonesia adalah anggota APEC, dan saat ini sedang dalam proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Beliau juga menambahkan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS diambil setelah pertimbangan yang matang. BRICS juga menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di Global South. Jadi, ini bukan soal ‘belok’ ke blok tertentu, tapi soal memperjuangkan kepentingan Indonesia dan negara berkembang lainnya!
Jadi Tetangga yang Baik: Prinsip Utama Indonesia
Sugiono menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia menjadi “tetangga yang baik” bagi negara lain. “Menjadi tetangga yang baik berarti kita ingin membangun hubungan dengan negara lain berdasarkan saling menghormati dan berlandaskan pada kepentingan nasional kita,” jelasnya.
Untuk mencapai tujuan itu, Kementerian Luar Negeri terus berkomunikasi intensif dengan negara-negara sahabat untuk memperdalam hubungan. Pada KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva sepakat untuk mempromosikan semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung untuk mendorong kemajuan di negara-negara berkembang. Presiden da Silva juga mengakui peran historis Indonesia dalam menyulut semangat negara-negara Global South sejak penyelenggaraan konferensi Bandung pada tahun 1955.
Apa Sih Untungnya Gabung BRICS Buat Indonesia?
Bergabung dengan BRICS bisa memberikan banyak keuntungan buat Indonesia, di antaranya:
- Akses ke Pasar Baru: BRICS adalah pasar yang besar dan berkembang pesat. Ini bisa membuka peluang ekspor baru bagi produk-produk Indonesia.
- Investasi: Negara-negara BRICS punya potensi investasi yang besar. Indonesia bisa menarik investasi dari negara-negara ini untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya.
- Suara di Dunia Internasional: Dengan bergabung BRICS, Indonesia punya platform yang lebih kuat untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum internasional.
Jangan Salah Paham! Indonesia Tetaplah Indonesia
Jadi, jangan khawatir! Bergabung dengan BRICS bukan berarti Indonesia meninggalkan prinsip bebas aktifnya. Justru, ini adalah cara untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia dan memperjuangkan kepentingan nasional. Indonesia akan terus menjadi negara yang independen dan menjalin hubungan baik dengan semua negara, tanpa memandang blok atau ideologi.
Indonesia di Kancah Internasional: Bebas Aktif dan Berani!
Indonesia akan terus memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia. Dengan prinsip bebas aktifnya, Indonesia akan terus berkontribusi positif bagi kemajuan global.




