Mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, telah memulai perjalanan terakhirnya. Sebuah perayaan panjang selama enam hari untuk mengenang kehidupannya, mulai dari masa kecilnya di pedesaan Georgia hingga kiprahnya di panggung politik dunia. Mari kita telusuri bersama momen-momen penting dalam upacara perpisahan ini.
Poin-poin Penting:
- Perjalanan Dimulai di Georgia: Upacara dimulai di kampung halaman Carter, Plains, Georgia.
- Penghormatan di Carter Center: Jenazah Carter disemayamkan di Carter Presidential Center.
- Penghargaan dari Berbagai Kalangan: Banyak tokoh dan masyarakat memberikan penghormatan terakhir.
- Pemakaman di Washington: Upacara kenegaraan akan dilanjutkan di Washington D.C.
- Kembali ke Plains: Carter akan dimakamkan di samping istrinya di Plains.
Awal Perjalanan Terakhir di Georgia
Upacara perpisahan untuk Jimmy Carter dimulai di Georgia, pada hari Sabtu, 5 Januari 2025. Peti jenazah yang dibalut bendera Amerika Serikat dibawa melalui kota kelahirannya, Plains. Prosesi ini menggambarkan perjalanan hidup Carter, dari seorang petani di era Depresi hingga menjadi presiden dan aktivis kemanusiaan.
Momen ini sangat menyentuh bagi warga Georgia, yang melihat Carter sebagai putra daerah yang berhasil mencapai puncak kekuasaan. Ratusan orang berkumpul di jalan-jalan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Penghormatan di Carter Presidential Center
Setelah prosesi di Plains, jenazah Carter dibawa ke Carter Presidential Center di Atlanta. Di sini, ia disemayamkan agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir. Carter Center bukan hanya sekadar perpustakaan kepresidenan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan kemanusiaan dan advokasi yang didirikan Carter setelah masa jabatannya sebagai presiden.
Cucu Carter, Jason Carter, menyampaikan bahwa semangat kakeknya akan terus hidup di tempat ini. Banyak karyawan Carter Center yang juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka merasa bahwa warisan Carter akan terus memberikan inspirasi bagi mereka.
Kisah di Balik Sosok Jimmy Carter
Selain momen-momen seremonial, ada juga kisah-kisah pribadi yang menyentuh hati. Anak Carter, James Earl “Chip” Carter III, menceritakan bagaimana ayahnya tidak hanya seorang presiden, tetapi juga seorang ayah yang penuh perhatian. Ia mengingat bagaimana ayahnya pernah belajar bahasa Latin demi membantunya dalam pelajaran sekolah.
Pendeta Tony Lowden, yang telah lama menjadi pastor pribadi Carter, juga menceritakan sisi lain Carter. Ia mengingat Carter sebagai seorang pria yang lemah lembut dan selalu membaca Mazmur 23 selama 22 bulan terakhir hidupnya di perawatan rumah sakit.
Carter juga dikenal karena dedikasinya untuk Habitat for Humanity. Scott Lyle, seorang sukarelawan, menceritakan bagaimana ia bertemu Carter saat membangun rumah pada tahun 2003. Sejak saat itu, ia telah berkeliling dunia untuk membangun rumah bersama organisasi tersebut. Ini menunjukkan betapa Carter tidak hanya peduli pada politik, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan ke Washington dan Kembali ke Plains
Upacara kenegaraan akan dilanjutkan di Washington D.C., sebelum akhirnya Carter kembali ke Plains untuk dimakamkan di samping istrinya, Rosalynn Carter. Pemakaman ini akan menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang pria yang telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi dunia.
Carter akan dimakamkan di samping istrinya, Rosalynn Carter, yang telah mendampinginya selama 77 tahun. Keduanya adalah pasangan yang luar biasa, yang telah mengubah dunia dengan cara mereka sendiri.
Warisan Jimmy Carter
Jimmy Carter bukan hanya seorang presiden, tetapi juga seorang negarawan, aktivis kemanusiaan, dan contoh bagi kita semua. Ia telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin dapat memiliki akar yang kuat di pedesaan, tetapi tetap dapat memberikan dampak yang besar bagi dunia. Warisannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Semoga kisah Jimmy Carter dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Masa kepemimpinan Carter mungkin tidak selalu mulus, namun dedikasinya pada hak asasi manusia dan perdamaian dunia tidak pernah diragukan. Ia selalu berusaha untuk menjadi suara bagi mereka yang tidak didengar, dan memperjuangkan keadilan bagi semua orang.
Beberapa Fakta Menarik Tentang Jimmy Carter
- Presiden AS tertua, meninggal di usia 100 tahun.
- Satu-satunya lulusan Akademi Angkatan Laut AS yang menjadi presiden.
- Aktif dalam kegiatan kemanusiaan setelah masa kepresidenannya.
- Menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2002.
- Dikenal karena kesederhanaan dan dedikasinya pada keluarga.




