Innalillahi! Bapak Maritim RI, Hasjim Djalal, Berpulang di Usia 90 Tahun

Indonesia berduka. Kabar duka menyelimuti dunia hukum laut internasional. Bapak Hasjim Djalal, seorang diplomat ulung dan pakar hukum laut yang dihormati, telah berpulang pada usia 90 tahun. Beliau dikenal sebagai salah satu arsitek utama Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun semangat perjuangan dan kontribusinya akan selalu dikenang. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang kiprah dan warisan beliau.

Poin-poin Penting Artikel Ini:

  • Kepergian Bapak Hasjim Djalal: Meninggal dunia di usia 90 tahun, meninggalkan warisan berharga.
  • Arsitek UNCLOS: Peran sentral dalam perumusan dan implementasi Konvensi Hukum Laut PBB.
  • Pembela “Wawasan Nusantara”: Berjuang keras agar konsep negara kepulauan diakui dunia.
  • Kiprah Diplomatik: Bertugas sebagai duta besar di berbagai negara dan perwakilan PBB.
  • Warisan Abadi: Kontribusinya dalam hukum laut akan selalu relevan.

Hasjim Djalal, Sang Pejuang Maritim Indonesia

Hasjim Djalal lahir pada tahun 1934 dan telah mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan kepentingan maritim Indonesia. Beliau bukan hanya seorang diplomat biasa, tapi juga seorang pejuang yang gigih dalam membela konsep “Wawasan Nusantara”.

Peran Penting dalam UNCLOS

UNCLOS, atau Konvensi Hukum Laut PBB, adalah perjanjian internasional yang mengatur segala aspek terkait hukum laut. Hasjim Djalal adalah salah satu tokoh kunci dalam perumusan dan implementasi perjanjian ini. Beliau berjuang agar konsep negara kepulauan, yang sangat penting bagi Indonesia, diakui secara internasional. Tanpa perjuangan beliau, mungkin saja Indonesia tidak akan memiliki kedaulatan atas wilayah lautnya seperti saat ini. UNCLOS bukan sekadar perjanjian, tapi juga hasil dari perjuangan panjang dan gigih dari para diplomat seperti Hasjim Djalal.

Diplomat dengan Segudang Pengalaman

Kiprah diplomatik Hasjim Djalal tidak perlu diragukan lagi. Beliau pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB (1981-1983), Kanada (1983-1985), dan Jerman (1990-1993). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika politik internasional dan hukum laut. Beliau bukan hanya duduk di belakang meja, tapi aktif bernegosiasi dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum internasional.

Pembela “Wawasan Nusantara”

Salah satu kontribusi terbesar Hasjim Djalal adalah pembelaannya terhadap konsep “Wawasan Nusantara”. Konsep ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang wilayah lautnya merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah daratnya. Bersama dengan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja, beliau berjuang keras agar konsep ini diakui oleh dunia internasional. Perjuangan ini tidak mudah, namun berkat kegigihan mereka, konsep ini menjadi landasan bagi kebijakan maritim Indonesia saat ini.

Kepergian yang Meninggalkan Duka

Kabar kepergian Hasjim Djalal disampaikan oleh putranya, Dino Patti Djalal, melalui media sosial. Keluarga besar Djalal menyampaikan bahwa almarhum meninggal dengan tenang, dikelilingi keluarga tercinta. Keluarga juga mengucapkan terima kasih atas semua perhatian dan doa yang telah diberikan kepada Hasjim Djalal selama hidupnya.

Pemakaman Sang Pejuang

Jenazah Hasjim Djalal disemayamkan di rumah duka di Jakarta Selatan dan dimakamkan pada hari Senin (13 Januari). Kepergian beliau bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita kehilangan seorang tokoh yang sangat berjasa dalam membangun kedaulatan maritim Indonesia.

Warisan Abadi Hasjim Djalal

Kontribusi Hasjim Djalal dalam hukum laut akan selalu relevan. Pemikiran dan perjuangan beliau dalam UNCLOS dan “Wawasan Nusantara” menjadi landasan bagi kebijakan maritim Indonesia saat ini. Kita semua patut meneladani semangat beliau dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. Hasjim Djalal adalah pahlawan maritim yang akan selalu dikenang.

Penghargaan dan Pengakuan

Selama hidupnya, Hasjim Djalal menerima banyak penghargaan dan pengakuan atas jasanya. Namun, penghargaan terbesar bagi beliau mungkin adalah pengakuan dunia terhadap kedaulatan maritim Indonesia. Perjuangan beliau telah memberikan dampak positif yang besar bagi negara dan bangsa.

Semoga almarhum Bapak Hasjim Djalal mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top