Mochtar Kusumaatmadja: Layakkah Jadi Pahlawan Nasional? Habib Syarief Angkat Bicara!

Mochtar Kusumaatmadja, seorang tokoh yang namanya mungkin belum banyak dikenal generasi muda, ternyata punya peran krusial dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam hukum laut. Anggota DPR RI, Habib Syarief Muhammad Al Aydrus, dengan lantang menyuarakan agar Mochtar segera ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Apa saja alasan di balik dukungan ini? Mari kita bedah bersama!

  • Tokoh Sentral Deklarasi Djuanda: Mochtar adalah konseptor utama deklarasi penting ini.
  • Dukungan Anggota DPR: Habib Syarief dengan tegas mendukung pengusulannya sebagai pahlawan nasional.
  • Konsep Wawasan Nusantara: Pemikiran Mochtar tentang laut telah mengubah pandangan dunia tentang Indonesia.

Siapa Sebenarnya Mochtar Kusumaatmadja?

Prof. Mochtar Kusumaatmadja bukanlah sosok sembarangan. Beliau adalah seorang ahli hukum internasional yang pemikirannya sangat visioner. Bayangkan, di usia muda, setelah setahun lulus dari Yale University, Amerika Serikat, beliau sudah menjadi bagian penting dari perumusan kebijakan yang mengubah wajah Indonesia di mata dunia. Bukan main, kan?

Mochtar adalah sosok yang cerdas dan peduli dengan kedaulatan negara. Beliau melihat bahwa hukum laut yang berlaku saat itu, warisan dari Belanda, sangat merugikan Indonesia. Bagaimana tidak, wilayah laut Indonesia hanya diakui 3 mil dari bibir pantai! Padahal, Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya dengan potensi lautnya.

Deklarasi Djuanda: Titik Balik Hukum Laut Indonesia

Deklarasi Djuanda, yang dicetuskan pada 13 Desember 1957, adalah buah pemikiran dari Mochtar Kusumaatmadja. Konsep ini lahir dari keresahan Chairul Shaleh yang melihat banyaknya kapal Belanda yang berlalu lalang di laut Jawa, seolah laut Indonesia bukan milik bangsa sendiri. Mochtar kemudian merumuskan konsep ‘Nusantara’ dalam hukum laut, yang menyatakan bahwa laut antar pulau adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Indonesia.

Bagaimana Deklarasi Djuanda Mengubah Segalanya?

Deklarasi ini tidak hanya mengubah cara pandang Indonesia tentang wilayah lautnya, tetapi juga berdampak pada pengakuan internasional. Awalnya, dunia internasional masih berpegang pada hukum laut kolonial yang membatasi wilayah laut suatu negara hanya 3 mil dari bibir pantai. Namun, berkat perjuangan gigih Indonesia, pada tahun 1982, PBB akhirnya menyetujui bahwa teritorial suatu negara dihitung 12 mil dari bibir pantai. Ini adalah kemenangan besar bagi Indonesia dan kita semua patut berterima kasih pada jasa Mochtar.

Berikut adalah perbandingan antara hukum laut lama dan baru:

Hukum Laut LamaHukum Laut Baru (Deklarasi Djuanda)
Wilayah laut hanya 3 mil dari bibir pantaiWilayah laut 12 mil dari bibir pantai
Laut antar pulau bukan bagian dari wilayah IndonesiaLaut antar pulau adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Indonesia

Dukungan Habib Syarief untuk Mochtar

Habib Syarief Muhammad Al Aydrus, anggota DPR RI dari Fraksi PKB, sangat mengagumi sosok Mochtar. Beliau mengatakan bahwa Mochtar adalah figur yang layak ditiru dan menjadi idola masyarakat Jawa Barat. Habib Syarief bahkan menyebut Mochtar sebagai konseptor utama Deklarasi Djuanda. Dukungan dari anggota DPR ini tentu menjadi angin segar bagi pengusulan Mochtar sebagai pahlawan nasional.

Mengapa Mochtar Layak Jadi Pahlawan Nasional?

Jasa Mochtar Kusumaatmadja sangat besar bagi bangsa Indonesia. Deklarasi Djuanda bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi juga simbol perjuangan untuk merebut kedaulatan wilayah laut. Tanpa pemikiran visioner dari Mochtar, mungkin peta Indonesia tidak akan berbentuk seperti sekarang. Beliau adalah sosok yang pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional atas dedikasi dan pemikirannya yang telah mengubah sejarah bangsa.

Mari kita bersama-sama mendukung pengusulan Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional. Ini adalah bentuk penghargaan kita atas jasa-jasa beliau yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top