Kisah Shamsud-Din Jabbar, seorang veteran tentara Amerika Serikat, adalah sebuah tragedi yang mengejutkan. Dari seorang prajurit yang berdedikasi, ia berubah menjadi pelaku serangan teror yang mengerikan. Bagaimana bisa seorang pria dengan latar belakang militer yang kuat akhirnya memilih jalan kekerasan? Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan hidupnya, dari masa kecil hingga keterlibatannya dalam aksi teror.
Poin-poin Penting:
- Shamsud-Din Jabbar, seorang veteran tentara AS, terlibat dalam serangan teror di New Orleans.
- Ia mengalami masalah keuangan dan perceraian sebelum aksi terornya.
- Jabbar terinspirasi oleh kelompok teroris ISIS.
- Teman dan keluarga terkejut dengan perubahan Jabbar.
Kehidupan Awal dan Karier Militer
Shamsud-Din Jabbar dibesarkan di Texas. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat dan sempat bertugas di Afghanistan pada tahun 2009-2010. Jabbar adalah seorang prajurit di bidang sumber daya manusia dan teknologi informasi. Setelah menyelesaikan dinas aktifnya, ia bergabung dengan pasukan cadangan dan akhirnya keluar pada tahun 2020 dengan pangkat sersan staf.
Selain karier militernya, Jabbar juga sempat mengenyam pendidikan di Georgia State University dan lulus dengan gelar sarjana di bidang sistem informasi komputer pada tahun 2017.
Pergolakan Hidup dan Masalah Keuangan
Kehidupan Jabbar tidaklah selalu mulus. Ia mengalami tiga kali perceraian dan menghadapi masalah keuangan yang serius. Pada tahun 2022, ia mengaku tidak mampu membayar cicilan rumah dan bisnisnya mengalami kerugian. Kondisi ini membuatnya semakin tertekan dan mungkin menjadi salah satu faktor yang memicu perubahan drastis dalam hidupnya.
Detail Masalah Keuangan Jabbar:
- Tunggakan pembayaran rumah sebesar $27.000.
- Kerugian bisnis Blue Meadow Properties LLC sebesar $28.000 pada tahun 2021.
- Utang kartu kredit sebesar $16.000.
Meskipun demikian, Jabbar tetap bekerja sebagai pengembang bisnis untuk perusahaan konsultan Deloitte dengan penghasilan sekitar $10.000 per bulan pada tahun 2022.
Perubahan Drastis dan Radikalisasi
Beberapa tahun terakhir, Jabbar mulai mengisolasi diri dari keluarga dan teman-temannya. Ia semakin menjauh dan mulai menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan. Puncaknya, Jabbar melakukan serangan teror di New Orleans dengan menabrakkan truk sewaan ke kerumunan orang yang sedang merayakan Tahun Baru.
Serangan ini menewaskan 14 orang dan melukai setidaknya 30 orang lainnya. Setelah menabrakkan truknya, Jabbar keluar dari mobil dengan mengenakan rompi antipeluru dan helm, lalu menembaki polisi sebelum akhirnya tewas ditembak oleh petugas.
Motif Serangan
Pihak berwenang mengatakan bahwa serangan Jabbar terinspirasi oleh kelompok teroris ISIS. Sebelum melakukan serangan, Jabbar sempat mengunggah lima video di akun Facebook-nya yang menunjukkan dukungannya terhadap ISIS. Bendera ISIS juga ditemukan di dalam truk yang digunakan dalam serangan.
Menurut FBI, serangan ini adalah salah satu serangan yang terinspirasi oleh ISIS paling mematikan di tanah Amerika dalam beberapa tahun terakhir.
Reaksi Keluarga dan Teman
Keluarga dan teman-teman Jabbar sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi. Mereka tidak percaya bahwa Jabbar yang mereka kenal bisa melakukan tindakan keji seperti itu. Abdur-Rahim Jabbar, salah satu saudara kandung Jabbar, mengatakan bahwa kakaknya semakin menjauh dan tidak menunjukkan tanda-tanda radikalisasi.
Chris Pousson, seorang teman masa kecil Jabbar, juga mengaku tidak melihat tanda-tanda yang mencurigakan. Ia mengingat Jabbar sebagai orang yang positif dan taat beragama, tetapi tidak pernah menunjukkan indikasi bahwa ia akan melakukan tindakan teror.
Kesimpulan
Kisah Shamsud-Din Jabbar adalah sebuah pengingat bahwa radikalisasi bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang tampak biasa dan berprestasi. Pergolakan hidup, masalah keuangan, dan isolasi sosial bisa menjadi faktor yang memicu seseorang terjerumus ke dalam ekstremisme. Ini adalah pelajaran penting bagi kita semua untuk selalu waspada dan peduli terhadap orang-orang di sekitar kita.
Penting untuk diketahui:
- Radikalisasi adalah proses yang kompleks dan tidak selalu mudah untuk dideteksi.
- Peran keluarga dan teman sangat penting dalam mencegah radikalisasi.
- Dukungan psikologis dan finansial bisa membantu seseorang mengatasi masalah hidup dan mencegahnya terjerumus ke dalam ekstremisme.



