- Usulan Kontroversial: Elon Musk mengusulkan penghapusan lembaga pemerintah AS.
- Alasan: Pemangkasan anggaran dan restrukturisasi prioritas pemerintahan.
- Kritik Birokrasi: Musk merasa birokrasi terlalu berkuasa dan menghambat demokrasi.
- Dukungan Trump: Musk mendapat dukungan dari Presiden Trump dalam upayanya.
Elon Musk: ‘Hapus Saja Semua Lembaga Pemerintah!’
Elon Musk, tokoh teknologi yang dikenal dengan inovasi dan pernyataan kontroversialnya, kembali membuat gebrakan. Dalam sebuah kesempatan di World Governments Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, Musk menyerukan agar Amerika Serikat “menghapus seluruh lembaga” dari pemerintahan federal.
Apa yang membuat Musk berpendapat demikian? Ia menjelaskan bahwa usulan ini merupakan bagian dari upayanya untuk memangkas anggaran secara radikal dan merestrukturisasi prioritas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Musk merasa bahwa birokrasi di AS terlalu gemuk dan menghambat efisiensi.
‘Kita Dikuasai Birokrasi, Bukan Demokrasi!’
“Kita benar-benar dikuasai oleh birokrasi, bukan oleh rakyat – demokrasi,” ujar Musk, seperti dikutip dari Associated Press. Ia bahkan bercanda menyebut dirinya sebagai “dukungan teknis Gedung Putih”, mengacu pada profilnya di platform media sosial X yang juga ia miliki.
Musk menekankan pentingnya menghilangkan akar masalah, bukan hanya memangkas cabang-cabangnya saja. “Jika kita tidak mencabut akar rumput liar, maka rumput liar itu akan mudah tumbuh kembali,” tegasnya.
Dapat Dukungan dari Trump, Apa Dampaknya?
Kehadiran Musk di forum tersebut semakin penting karena ia telah memperkuat kendalinya atas sebagian besar pemerintahan dengan restu Trump. Ini termasuk mengesampingkan pejabat karir, mendapatkan akses ke basis data sensitif, dan memicu bentrokan konstitusional mengenai batasan otoritas presiden.
Peran baru Musk ini memberikan bobot lebih pada komentarnya, melampaui statusnya sebagai orang terkaya di dunia melalui investasinya di SpaceX dan produsen mobil listrik Tesla. Pernyataannya juga menawarkan pandangan yang lebih mengisolasi kekuatan Amerika di Timur Tengah.
Kritik terhadap USAID dan ‘Campur Tangan’ AS di Negara Lain
Musk juga mengkritik keras Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), yang menurutnya telah dibongkar oleh Trump. Ia mempertanyakan efektivitas badan-badan seperti National Endowment for Democracy dalam mencapai tujuan mereka.
Lebih lanjut, Musk menyatakan bahwa AS di bawah kepemimpinan Trump “kurang tertarik untuk mencampuri urusan negara lain.” Ia menambahkan bahwa AS selama ini terlalu ikut campur dalam urusan internasional dan mendorong perubahan rezim di berbagai tempat.
DEI dan Potensi Bahaya AI
Tak hanya itu, Musk juga menyinggung tentang fokus pemerintahan Trump pada penghapusan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), menghubungkannya dengan potensi bahaya kecerdasan buatan (AI). Ia khawatir bahwa AI yang dirancang untuk DEI dengan segala cara dapat memutuskan untuk menyingkirkan kelompok tertentu, misalnya pria yang berkuasa.
Proyek ‘Dubai Loop’ ala Elon Musk
Di sela-sela komentar kontroversialnya, Musk juga mengumumkan rencana proyek “Dubai Loop” sejalan dengan pekerjaannya di Boring Company, yang menggali terowongan di Las Vegas untuk mempercepat transportasi. Proyek ini akan mengembangkan jaringan bawah tanah sepanjang 17 kilometer dengan 11 stasiun yang dapat mengangkut lebih dari 20.000 penumpang per jam.
Apa Selanjutnya?
Usulan Elon Musk ini tentu memicu perdebatan sengit di kalangan politisi, ekonom, dan masyarakat umum. Apakah AS benar-benar perlu memangkas anggaran dan merestrukturisasi pemerintahannya secara radikal? Apakah usulan Musk ini realistis dan dapat diimplementasikan? Waktu yang akan menjawab.



