Donald Trump kembali ke Gedung Putih dan langsung bikin heboh! Minggu pertamanya menjabat penuh dengan keputusan kontroversial dan gebrakan yang mengejutkan. Dari pengampunan massal hingga kebijakan ekonomi yang berani, mari kita bedah apa saja yang terjadi.
Poin-Poin Penting Minggu Pertama Trump:
- Pengampunan massal untuk pendukungnya yang terlibat insiden 6 Januari.
- Pencabutan perlindungan keamanan untuk mantan pejabat yang mengkritiknya.
- Perombakan besar-besaran di pemerintahan federal.
- Kebijakan ekonomi yang fokus pada energi fosil.
- Perseteruan dengan para taipan teknologi.
Trump: Lebih Berani dan Terorganisir
Trump kembali dengan gaya yang lebih berani dan terorganisir. Dalam hitungan jam setelah pelantikan, ia langsung mengeluarkan serangkaian pengampunan untuk lebih dari 1.500 orang yang terlibat dalam insiden 6 Januari 2021. Ini termasuk mereka yang menyerang polisi. Keputusan ini bertentangan dengan pernyataan Wakil Presidennya sendiri, JD Vance, yang awalnya menyatakan hanya akan mengampuni mereka yang tidak melakukan kekerasan.
Tidak hanya itu, Trump juga mencabut perlindungan keamanan untuk beberapa mantan pejabat yang kritis terhadapnya, seperti Dr. Anthony Fauci dan John Bolton. Ini menunjukkan bahwa Trump tidak lagi terbebani oleh kekhawatiran akan pemilihan kembali atau konsekuensi hukum, setelah Mahkamah Agung memberikan kekebalan yang luas kepada presiden.
Perombakan Besar di Pemerintahan
Pengalaman empat tahun sebelumnya membuat Trump lebih terorganisir dalam mengambil tindakan. Ia dengan cepat menyingkirkan orang-orang yang dianggap sebagai “warisan” dari pemerintahan Biden dan mulai menguji kesetiaan para staf baru terhadap agendanya. Ia juga mengakhiri berbagai inisiatif keberagaman dan inklusi di pemerintahan federal, mengirim pasukan ke perbatasan AS-Meksiko, dan mencabut aturan-aturan tentang kecerdasan buatan dan cryptocurrency.
Berbeda dengan masa jabatan pertamanya, kali ini Trump terlihat lebih lihai dalam mengendalikan kekuasaannya dan membuat kebijakan yang lebih efektif.
Trump Tetaplah Trump
Meskipun lebih terorganisir, Trump tetaplah Trump. Setelah pidato pelantikan yang relatif tenang, ia kembali menyerang Biden, Departemen Kehakiman, dan para rivalnya dalam berbagai kesempatan. Ia juga kembali mendominasi pembicaraan publik dengan berbagai pernyataan kontroversialnya.
Tantangan Hukum dan Kekuasaan Presiden
Beberapa kebijakan Trump, seperti penghapusan perlindungan pegawai negeri sipil dan pembatalan hukum tentang kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran, memicu tantangan hukum. Seorang hakim bahkan menyebut kebijakan tentang kewarganegaraan sebagai “perintah yang sangat tidak konstitusional”. Bagaimana kasus-kasus ini akan berakhir akan menentukan seberapa jauh seorang presiden dapat mendorong agendanya.
Taruhan Trump pada Minyak
Trump sangat percaya bahwa minyak adalah kunci untuk memulihkan ekonomi. Ia berpendapat bahwa peningkatan produksi minyak akan menurunkan harga, mengurangi inflasi, dan memotong pendapatan minyak Rusia. Baginya, energi fosil adalah masa depan, meskipun ada risiko perubahan iklim.
Perseteruan dengan Para Miliarder
Trump juga terlihat dikelilingi oleh para miliarder teknologi. Namun, ia juga terjebak dalam drama di antara mereka. Misalnya, perseteruan antara Elon Musk dan Sam Altman tentang investasi kecerdasan buatan, menunjukkan bahwa Trump tidak hanya harus berurusan dengan masalah negara, tetapi juga ego para taipan.
Kecintaan Trump pada William McKinley
Trump sangat mengagumi Presiden ke-25 AS, William McKinley. Ia menyukai tarif yang diberlakukan McKinley dan mengklaim bahwa negara itu paling makmur di era tersebut. Namun, McKinley mungkin bukan model ekonomi yang tepat untuk abad ke-21, mengingat kondisi ekonomi saat itu tidak sepenuhnya baik bagi semua orang dan rasio penerimaan pajak negara juga sangat rendah dibanding sekarang.
Minggu pertama Trump menjabat kembali penuh dengan kejutan dan intrik. Bagaimana kelanjutannya? Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di sini!



