Geger! Kamera Wartawan Dirampas Saat Liputan Makan Bergizi Gratis di Lombok

Dunia jurnalistik kembali tercoreng! Seorang wartawan dari Selaparang TV di Lombok Timur, Bq Silawati, mengalami insiden yang sangat tidak menyenangkan. Kameranya dirampas dan hasil liputannya dihapus paksa saat ia sedang bertugas meliput uji coba program makan bergizi gratis. Waduh, ada apa ini?

Poin-poin Penting:

  • Seorang wartawan dirampas kameranya saat meliput uji coba program makan bergizi gratis.
  • Kejadian berlangsung di Unit Dapur Makan Gizi Gratis (MBG) Desa Rumbuk, Lombok Timur.
  • Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur mengecam tindakan ini.
  • PWI akan bersurat kepada Presiden RI dan menteri terkait.
  • Kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum jika tidak ada itikad baik.

Kronologi Kejadian: Liputan Berujung Petaka

Begini ceritanya, Bq Silawati sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, yaitu meliput uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Program ini adalah inisiatif yang bagus, bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat. Namun, saat Bq Silawati sedang merekam momen tersebut, tiba-tiba datanglah oknum Satuan Petugas Pelayanan Gizi (SPPG) MBG yang bertindak arogan. Kameranya dirampas, dan yang lebih parah, hasil liputannya dihapus!

Reaksi Keras PWI Lombok Timur

Tentu saja, kejadian ini membuat PWI Lombok Timur geram. Ketua PWI Lombok Timur, Muludin, menyatakan bahwa tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers. Ia mengatakan, “Jangankan petugas dapur MBG, seorang presiden pun tidak boleh melakukan intimidasi terhadap wartawan yang sedang bekerja.” PWI pun tak main-main. Mereka akan mengirim surat ke Presiden RI dan menteri terkait untuk menindaklanjuti kasus ini.

Ancaman Jalur Hukum

Tidak hanya itu, PWI juga mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak pelaku. Muludin menegaskan bahwa perampasan dan penghapusan hasil karya jurnalistik adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. “Bila perlu, kasus ini kami bawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Dukungan Penuh untuk Program MBG

Meskipun mengecam tindakan arogan oknum petugas, PWI tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis. Mereka menyadari bahwa program ini sangat penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Sebagai bentuk dukungan, PWI siap membantu mempublikasikan program ini secara luas.

Pentingnya Kebebasan Pers

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kebebasan pers dalam negara demokrasi. Wartawan memiliki hak untuk melakukan peliputan tanpa intimidasi atau ancaman. Tindakan perampasan kamera dan penghapusan hasil liputan adalah bentuk pembungkaman kebebasan pers yang tidak bisa dibenarkan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Insiden ini mengajarkan kita beberapa hal:

  1. Pentingnya menghormati tugas dan hak wartawan.
  2. Tidak ada pihak yang berhak menghalang-halangi kerja jurnalistik.
  3. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang harus dijaga.

Semoga kasus ini segera ditangani dengan adil dan tidak terulang lagi di masa depan.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top