Presiden Donald Trump kembali berkuasa dengan gebrakan yang bikin geleng-geleng kepala. Di hari pertamanya, Trump langsung tancap gas dengan serangkaian perintah eksekutif yang kontroversial, mulai dari pengampunan untuk perusuh Capitol hingga isu TikTok dan kelompok ‘Proud Boys’. Mari kita bedah satu per satu!
Poin-Poin Penting dalam Artikel ini:
- Trump beri pengampunan massal untuk perusuh 6 Januari
- Rencana pembatalan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran
- TikTok lolos dari pemblokiran, untuk sementara
- Pertemuan dengan petinggi GOP di Gedung Putih
- Investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI
Trump Menggebrak dengan Pengampunan Kontroversial
Siapa sangka, salah satu tindakan pertama Trump adalah mengampuni lebih dari 1.500 orang yang terlibat dalam penyerbuan Capitol pada 6 Januari 2021. Langkah ini tentu menuai kritik pedas, mengingat sebagian besar dari mereka terlibat dalam tindak kekerasan terhadap petugas kepolisian. Trump berdalih bahwa mereka diperlakukan “sangat buruk” dan hukumannya “berlebihan”.
Wacana Pembatalan Kewarganegaraan Lahir di AS
Tidak berhenti di situ, Trump juga mencoba membatalkan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran (birthright citizenship), sebuah hak yang dilindungi oleh Amandemen ke-14 Konstitusi AS. Menurut Trump, hak ini perlu ditinjau ulang dengan standar yang lebih ketat. Langkah ini memicu gelombang protes dari kelompok imigran dan para ahli hukum yang menilai kebijakan ini tidak konstitusional.
TikTok Selamat dari Pemblokiran, Tapi…
Banyak yang terkejut ketika Trump menunda pemblokiran TikTok, aplikasi yang sempat ditudingnya sebagai ancaman keamanan nasional. Meski begitu, Trump mengaku punya “tempat khusus” untuk platform ini, apalagi setelah melihat dampaknya dalam menjangkau pemilih muda. Tapi, jangan senang dulu, kelanjutan nasib TikTok masih abu-abu.
Pertemuan dengan Para Pemimpin Partai Republik (GOP)
Trump juga mengadakan pertemuan dengan para pemimpin GOP di Gedung Putih. Pertemuan ini lebih mirip “kencan” daripada “pernikahan”, kata seorang sumber anonim. Mereka membahas prioritas kebijakan, mulai dari pemotongan pajak, bantuan bencana, hingga reformasi regulasi. Para petinggi GOP pulang dengan membawa chocolate chip cookies dan koin peringatan. Sweet!
Infrastruktur AI: Investasi ‘Gila-Gilaan’ Ala Trump
Trump tidak lupa dengan janji-janji kampanyenya terkait ekonomi. Ia mengumumkan kemitraan baru dengan SoftBank, OpenAI, dan Oracle untuk investasi sebesar $500 miliar dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Proyek ini dinamai Stargate dan digadang-gadang menjadi proyek infrastruktur AI terbesar dalam sejarah. Trump menyebut ini sebagai “deklarasi kepercayaan yang menggema terhadap potensi Amerika”.
Kontroversi Lainnya: ‘Proud Boys’, Tarif Impor, dan Lain-Lain
Selain isu-isu di atas, Trump juga menghadapi kontroversi terkait kelompok ekstremis ‘Proud Boys’, yang beberapa anggotanya juga ia beri pengampunan. Ia juga menegaskan rencana tarif impor 25% untuk barang dari Kanada dan Meksiko yang menurutnya tidak ada hubungannya dengan perjanjian dagang, tetapi tentang penghentian imigrasi ilegal dan peredaran narkoba.
Reaksi dan Tanggapan
Tentu saja, kebijakan-kebijakan Trump ini memicu beragam reaksi. Senator Chuck Schumer mengecam janji Trump tentang “era keemasan” dan menyebut kebijakan Trump justru menguntungkan kelompok kaya dan para perusuh Capitol. Sementara itu, Gubernur Kentucky, Andy Beshear, khawatir tarif impor akan berdampak buruk pada ekonomi negaranya, khususnya industri bourbon. Di lain pihak, pendukung Trump merasa senang dan optimis dengan gebrakan yang dibuat presiden mereka.
Dunia sepertinya kembali memasuki era ketidakpastian. Kita hanya bisa menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya dalam kepemimpinan Trump yang kedua ini.



