- Megawati diundang Paus untuk berbicara di World Leaders Summit tentang Hak Anak di Italia.
- Paus Fransiskus tertarik dengan Pancasila, terutama prinsip gotong royong.
- Keduanya sepakat tentang pentingnya kemanusiaan dan kepedulian terhadap perubahan iklim.
- Paus sangat khawatir tentang mencairnya es di kutub.
Megawati dan Undangan dari Paus
Megawati mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus secara pribadi mengundangnya untuk berbicara di acara World Leaders Summit tentang Hak Anak yang akan diadakan di Italia. “Saya mendapat undangan langsung dari Paus. Kami juga membahas beberapa isu nasional,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan kantornya.
Ketertarikan Paus pada Pancasila
Paus Fransiskus ternyata memiliki ketertarikan khusus pada Pancasila, terutama pada prinsip gotong royong. Megawati menjelaskan bahwa Pancasila sangat penting bagi kehidupan manusia dan memiliki nilai internasional. “Dalam pidato saya di summit nanti, saya akan menjelaskan bahwa Pancasila adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan memiliki makna internasional,” kata Megawati.
Sebagai informasi tambahan, prinsip gotong royong dalam Pancasila menekankan pentingnya kerjasama dan saling membantu dalam masyarakat. Nilai ini sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim.
Kemanusiaan dan Pemanasan Global Jadi Sorotan
Megawati menyampaikan bahwa Paus setuju dengan penekanannya pada kemanusiaan, terutama mengingat perubahan global yang mengkhawatirkan, termasuk perang yang sedang berlangsung. Paus juga menyoroti kekhawatiran tentang pemanasan global, yang menurutnya sering diabaikan oleh manusia.
“Saat saya bertemu Paus di Zayed Award 2024, kami berbicara, dan dia bertanya apakah saya punya saran,” ujarnya. Saat itu, Megawati menyampaikan kekhawatiran tentang kelalaian terhadap pemanasan global. “Saya bertanya mengapa orang tetap acuh tak acuh terhadap masalah ini. Dia setuju dan memberi saya acungan jempol,” kenangnya.
Paus Fransiskus memang dikenal sebagai tokoh agama yang vokal dalam isu-isu lingkungan. Ia sering menyerukan tindakan nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi bumi.
Kekhawatiran Paus tentang Kutub yang Mencair
Megawati menambahkan bahwa menurut Paus, ada pusat penelitian di Vatikan yang didedikasikan untuk mempelajari Kutub Utara dan Selatan. “Dia sangat khawatir tentang mencairnya es di kedua kutub. Es tidak hanya mencair tetapi juga pecah berkeping-keping,” katanya.
Mencairnya es di kutub adalah masalah serius karena dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut, banjir, dan perubahan iklim yang ekstrem. Hal ini juga mengancam kehidupan berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang hidup di wilayah kutub.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Sebagai informasi tambahan, Paus Fransiskus pernah mengunjungi Indonesia pada tanggal 3 hingga 6 September 2024. Selama kunjungannya, ia memimpin misa akbar untuk sekitar 87.000 umat Katolik dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, serta tokoh dan organisasi lainnya.
Kesimpulan
Pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Paus Fransiskus di Vatikan menjadi momentum penting untuk membahas isu-isu global seperti pemanasan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketertarikan Paus pada Pancasila juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia.



