- Akar Sejarah yang Kuat: Hubungan Indonesia dan Turki ternyata sudah terjalin sejak era Kekaisaran Ottoman.
- Bantuan di Masa Lalu: Turki, sebagai penerus Kekaisaran Ottoman, pernah memberikan bantuan penting kepada Indonesia saat diserang imperialis Barat.
- Kenangan yang Abadi: Dukungan Turki di masa lalu masih membekas di benak masyarakat Indonesia, terutama di daerah seperti Aceh dan Sumatra.
- Kunjungan yang Sering: Prabowo mengaku sebagai politisi Indonesia yang paling sering mengunjungi Turki, bahkan sebelum menjadi presiden.
Prabowo di Ankara: Menghidupkan Kembali Kenangan Manis
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan pidato di depan Grand National Assembly (Parlemen) Turki di Ankara. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Turki bukan hanya sekadar hubungan antar negara, tetapi juga hubungan emosional yang sudah berlangsung lama.
Sejarah Panjang yang Mengikat
“Bagi kami, Turki adalah penerus peradaban Kekaisaran Ottoman,” ujar Prabowo. Beliau menjelaskan bahwa dalam sejarah Indonesia, saat kesultanan-kesultanan di Nusantara diserang oleh kekuatan imperialis Barat, Kekaisaran Ottoman datang memberikan bantuan. Bantuan tersebut berupa senjata, pasukan, dan penasihat militer.
Tahukah kamu? Bantuan dari Kekaisaran Ottoman ini sangat berarti bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Nusantara. Dukungan dari kekuatan besar seperti Ottoman memberikan semangat dan kekuatan untuk melawan penjajah.
Aceh dan Sumatra: Saksi Bisu Hubungan Erat
Prabowo menambahkan bahwa memori tentang bantuan Ottoman masih segar dalam ingatan masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki kedekatan sejarah dengan kekaisaran tersebut, seperti Aceh dan Sumatra.
“Hingga hari ini, masyarakat masih mengingat bagaimana kakek dan nenek mereka dibantu dan dilatih oleh Kekaisaran Ottoman. Inilah yang memperkuat hubungan antara Indonesia dan Turki,” katanya.
Aceh memang memiliki sejarah yang unik dengan Turki. Pada abad ke-16, Kesultanan Aceh pernah meminta bantuan kepada Kekaisaran Ottoman untuk menghadapi Portugis. Ottoman mengirimkan armada kapal perang dan ahli militer untuk membantu Aceh. Pengaruh Turki masih terasa hingga kini dalam budaya dan tradisi masyarakat Aceh.
Kunjungan yang Bermakna
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya mungkin adalah politisi Indonesia yang paling sering mengunjungi Turki, bahkan sebelum menjabat sebagai presiden. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah dan rakyat Turki.
“Persahabatan ini lahir dari nilai-nilai perjuangan yang sama—perjuangan untuk kemerdekaan, martabat, dan solidaritas,” tegasnya.
Turki di Mata Indonesia: Mitra yang Selalu Menyambut Baik
Prabowo menambahkan bahwa para pemimpin Turki selalu menyambut baik dan berbagi kemajuan Turki dengan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Turki benar-benar menganggap Indonesia sebagai sahabat dekat.
Agenda Prabowo di Turki
Selain memberikan pidato di depan Parlemen Turki, Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki.
Perjalanan ke Timur Tengah
Turki adalah negara kedua yang dikunjungi Prabowo dalam lawatan lima negara di Timur Tengah. Sebelumnya, beliau telah mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA). Setelah Turki, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Mesir, Qatar, dan Yordania.


