Kabar duka datang dari Kamboja. Seorang pekerja migran Indonesia bernama Azwar meninggal dunia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Abdul Kadir Karding menyampaikan belasungkawa mendalam. Kasus ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya jalur legal dan informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.
Artikel ini akan membahas:
- Siapa Azwar dan bagaimana kronologi kejadiannya
- Pesan penting Menaker Karding terkait kerja di luar negeri
- Bahaya tawaran kerja ilegal dan iming-iming gaji tinggi
- Ke mana harus mencari informasi lowongan kerja luar negeri yang aman
Innalillahi! Azwar, Pekerja Migran Indonesia, Meninggal di Kamboja
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding. Azwar, seorang pekerja migran asal Indonesia, dilaporkan meninggal dunia di Kamboja. Beliau menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini.
“Saya turut berduka cita atas meninggalnya Azwar,” ujar Menaker Karding dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Antara News.
Tergiur Gaji Tinggi, Berangkat Ilegal, Berujung Petaka
Mirisnya, Azwar diketahui berangkat ke Kamboja secara ilegal. Namanya tidak terdaftar dalam Sistem Komputerisasi Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) milik Kementerian P2MI. Hal ini membuat perlindungan terhadap dirinya menjadi sangat minim.
Menurut informasi, Azwar berangkat dari Medan, Sumatera Utara, pada bulan April 2025. Ia diiming-imingi pekerjaan sebagai penyanyi di Malaysia dengan gaji US$800 oleh seseorang berinisial A. Namun, sesampainya di Kamboja, ia justru dipekerjakan di sebuah perusahaan *scam* alias penipuan. Kabar terakhir menyebutkan, Azwar meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga sebuah gedung.
Pesan Menaker: Jangan Mudah Percaya Tawaran Kerja Menggiurkan!
Menaker Karding kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi. Beliau menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah bekerja sama dengan Kamboja, Thailand, maupun Myanmar dalam penempatan pekerja migran Indonesia.
“Pastikan kebenaran informasi melalui Kementerian P2MI, BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), P4MI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI), LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap), atau Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota. Waspadalah dan berhati-hati sebelum berangkat,” tegas Menaker Karding.
Tips Aman Mencari Kerja di Luar Negeri:
- Cek Legalitas: Pastikan perusahaan penyalur tenaga kerja memiliki izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.
- Verifikasi Informasi: Jangan hanya percaya pada satu sumber. Cari informasi pembanding dari sumber-sumber terpercaya.
- Pelajari Kontrak Kerja: Baca dan pahami isi kontrak kerja dengan seksama sebelum menandatanganinya. Jika ada yang tidak jelas, jangan ragu untuk bertanya.
- Laporkan Diri: Setelah tiba di negara tujuan, segera laporkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.
Ke Mana Harus Mencari Informasi Lowongan Kerja Luar Negeri yang Aman?
Pemerintah Indonesia telah menyediakan berbagai kanal informasi untuk membantu masyarakat mencari lowongan kerja di luar negeri secara aman dan legal. Berikut beberapa di antaranya:
- Kementerian P2MI: Kunjungi situs web resmi Kementerian P2MI atau datang langsung ke kantornya untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
- BP3MI: BP3MI tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Datanglah ke BP3MI terdekat untuk mendapatkan layanan informasi dan konsultasi.
- LTSA: LTSA merupakan pusat layanan terpadu yang menyediakan berbagai layanan terkait ketenagakerjaan, termasuk informasi lowongan kerja di luar negeri.
Jangan sampai tergiur dengan iming-iming gaji tinggi tanpa mengecek legalitas dan keamanan tawaran tersebut. Utamakan keselamatan dan perlindungan diri Anda. Bekerja di luar negeri memang bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar.

