Berikut poin-poin penting dari pernyataan Trump:
- Desakan kepada negara NATO untuk boikot total minyak Rusia.
- Ancaman tarif besar bagi China jika masih membeli minyak Rusia.
- Keyakinan bahwa langkah ini akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
- Kritik terhadap komitmen NATO yang dinilai kurang dari 100%.
- Penegasan peran China dalam memegang kendali atas Rusia.
Trump Tantang NATO dan China: “Perang Akan Berakhir!”
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial pribadinya, Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa perang Rusia-Ukraina akan segera berakhir jika semua negara NATO bersatu padu menghentikan pasokan minyak dari Rusia. Trump menilai, komitmen NATO dalam memenangkan perang ini masih jauh dari kata maksimal, dan ia menyebut pembelian minyak Rusia oleh beberapa anggota NATO sebagai hal yang “mengejutkan” dan “melemahkan posisi tawar terhadap Rusia”.
Daftar Negara NATO yang Masih Beli Minyak Rusia
Data dari Centre for Research on Energy and Clean Air menunjukkan bahwa sejak tahun 2023, beberapa negara NATO masih menjadi pembeli minyak Rusia. Salah satunya adalah Turki, yang berada di urutan ketiga pembeli terbesar setelah China dan India. Negara lain seperti Hongaria dan Slovakia juga tercatat dalam daftar pembeli minyak Rusia. Pertanyaan besar muncul, apakah Trump akan secara langsung berhadapan dengan para pemimpin negara tersebut, seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atau Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán, untuk menegakkan keinginannya?
Insiden Drone di Polandia: Api dalam Sekam?
Pernyataan Trump ini dilontarkan tak lama setelah insiden drone Rusia yang terbang rendah ke wilayah udara Polandia, salah satu anggota NATO. Meskipun drone tersebut berhasil ditembak jatuh oleh Polandia, Trump justru terkesan meremehkan keseriusan insiden tersebut dan motif Rusia, dengan menyebutnya “mungkin sebuah kesalahan”. Sikap ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi AS dalam menekan Rusia.
Respons Pejabat AS dan Langkah Inggris
Meskipun demikian, pejabat AS lainnya, seperti Sekretaris Negara Marco Rubio, menyatakan bahwa insiden drone di Polandia tersebut tidak dapat diterima dan berbahaya. Namun, ia juga mengakui bahwa belum jelas apakah drone tersebut sengaja dikirim ke Polandia. Di sisi lain, Inggris telah mengambil langkah tegas dengan melarang perdagangan minyak Rusia dan memberikan sanksi kepada individu serta perusahaan yang diduga memasok komponen persenjataan ke Rusia, termasuk yang berbasis di China dan Turki.
Tarif untuk China: Senjata Ampuh atau Bumerang Ekonomi?
Trump berpendapat bahwa kombinasi boikot minyak Rusia oleh NATO dan pengenaan tarif impor yang signifikan bagi China akan menjadi “bantuan besar dalam MENGAKHIRI perang yang mematikan namun KONYOL ini”. Ia menilai China memiliki kendali yang kuat atas Rusia, dan tarif tersebut akan “memutus cengkeraman itu”.
Sejarah Tarif Trump dan Dampaknya
Presiden AS memang sudah pernah mengenakan tarif impor sebesar 25% untuk barang-barang dari India yang membeli energi dari Rusia, bahkan total tarifnya mencapai 50%. Namun, ancaman tarif baru untuk China ini berpotensi membawa dampak berantai bagi ekonomi global. Sebelumnya, Trump pernah memberlakukan tarif besar-besaran terhadap barang China, yang kemudian dibalas oleh China dengan tarif serupa. Hal ini sempat membuat perdagangan kedua negara hampir terhenti dan memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia, sebelum akhirnya kedua negara melakukan negosiasi untuk menurunkan tarif.
| Pihak | Tarif Awal (%) | Tarif Setelah Negosiasi (%) |
|---|---|---|
| AS terhadap China | 145 | 30 |
| China terhadap AS | 125 | 10 |
Trump juga tidak lupa menyalahkan mantan Presiden Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atas perang tersebut, namun secara mengejutkan tidak menyebut nama Presiden Rusia Vladimir Putin yang melancarkan invasi.
Tekanan Global Terhadap Rusia
Pernyataan Trump ini sejalan dengan upaya negara-negara G7 yang baru-baru ini mendesak adanya front persatuan untuk memutus aliran dana yang mendanai “mesin perang Putin”. Perwakilan Dagang AS dan Menteri Keuangan AS telah menyerukan kepada para menteri keuangan negara G7 lainnya untuk menunjukkan keteguhan dalam menghadapi agresi Rusia.


