Geger! Trump Sebut Perang Ukraina ‘Kacau Balau’ di Tengah Pertemuan dengan Macron!

Presiden AS ke-45, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial terkait perang di Ukraina. Di tengah pertemuannya dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Trump menyebut perang tersebut sebagai ‘kekacauan yang mengerikan dan berdarah’. Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Yuk, simak selengkapnya!

Berikut poin-poin penting dari artikel ini:

  • Trump menyebut perang Ukraina ‘kacau balau’ dan ingin segera mengakhirinya.
  • Trump mengklaim punya hubungan baik dengan Putin dan yakin bisa membuat kesepakatan damai.
  • Macron menekankan pentingnya kedaulatan Ukraina dan meminta Eropa lebih banyak berkontribusi dalam keamanan.
  • Trump mengancam memberlakukan tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko.
  • Banyak kejadian kontroversial lain di pemerintahan Trump, termasuk tuntutan Musk kepada pegawai pemerintah.

Trump dan Macron Bertemu: Bahas Apa Saja?

Pada tanggal 24 Februari 2025, bertepatan dengan peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina, Donald Trump bertemu dengan Emmanuel Macron di Gedung Putih. Pertemuan ini menjadi sorotan karena Trump secara terbuka menyebut perang Ukraina sebagai “horrible, bloody mess” atau kekacauan yang mengerikan dan berdarah.

Optimisme Trump Soal Akhir Perang

Trump menyatakan optimismenya bahwa perang di Ukraina akan segera berakhir. Dia mengklaim memiliki hubungan baik dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan yakin bisa membuat kesepakatan damai. Trump bahkan menyebut Putin ingin membuat kesepakatan.

“Saya benar-benar percaya bahwa dia ingin membuat kesepakatan. Saya mungkin salah, tapi dia ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump, seperti dikutip dari AP News.

Macron Ingatkan Soal Kedaulatan Ukraina

Sementara itu, Macron menekankan pentingnya kedaulatan Ukraina dan meminta negara-negara Eropa untuk lebih banyak berkontribusi dalam menjaga keamanan di Eropa. Macron juga mengingatkan bahwa perdamaian tidak boleh berarti menyerahnya Ukraina.

“Saya pikir tidak seorang pun di ruangan ini ingin hidup di dunia di mana hukum yang terkuat yang berlaku,” kata Macron, dikutip dari AP News.

Kontroversi Lain di Pemerintahan Trump

Selain membahas perang Ukraina, pertemuan Trump dan Macron juga diwarnai dengan beberapa isu kontroversial lain, di antaranya:

  • Ancaman Tarif Impor: Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko, meskipun pembicaraan antara ketiga negara masih berlangsung.
  • Tuntutan Elon Musk: Elon Musk, yang kini menjadi penasihat Trump, menuntut pegawai pemerintah untuk menjelaskan pencapaian mereka dalam seminggu terakhir. Jika tidak, mereka terancam dipecat. Hal ini menuai kritik dari banyak pihak.

Kasus AP News vs. Gedung Putih

Di tengah kesibukan itu, AP News juga menggugat pemerintahan Trump karena melarang jurnalis mereka meliput acara kepresidenan. Hal ini bermula dari penolakan AP News untuk mengikuti perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” oleh Trump. AP News berpendapat bahwa perubahan nama tersebut tidak sesuai dengan standar global dan melanggar kebebasan pers.

Apa Selanjutnya?

Pertemuan Trump dan Macron ini menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump akan mengambil pendekatan yang berbeda dalam isu-isu global, terutama terkait perang di Ukraina. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top