- MER-C kirim 4 relawan: dokter spesialis penyakit dalam, dokter gawat darurat, dokter bedah saraf, dan perawat.
- Rumah sakit Al Awda kekurangan fasilitas dan tenaga medis.
- Relawan MER-C akan bantu pelayanan gawat darurat dan bedah saraf.
- MER-C sudah lama aktif memberikan bantuan medis di Gaza.
MER-C Kirim Bantuan Medis ke Gaza: Apa yang Terjadi?
Tim dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Pada awal tahun 2025, mereka mengirimkan empat tenaga medis profesional untuk membantu Rumah Sakit Al Awda di Jabalia, Gaza Utara.
Keempat relawan tersebut terdiri dari:
- Seorang dokter spesialis penyakit dalam
- Seorang dokter spesialis gawat darurat
- Seorang dokter bedah saraf
- Seorang perawat
Kenapa MER-C Kirim Bantuan ke Al Awda?
Menurut dr. Hadiki Habib, ketua presidium MER-C Indonesia, pengiriman tim medis ini adalah respon atas kondisi memprihatinkan di Rumah Sakit Al Awda. Rumah sakit tersebut kekurangan fasilitas dan tenaga medis, sementara jumlah pasien terus meningkat.
“Rumah sakit Al Awda menghadapi kekurangan fasilitas medis dan personel di tengah banyaknya pasien,” ujar dr. Ni Nyoman Indira, salah satu relawan MER-C yang bertugas di Gaza Utara.
Bayangkan saja, rumah sakit ini harus melayani lebih dari 400 pasien setiap hari dengan jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Kondisi ini membuat para tenaga medis di sana bekerja sangat keras dan rentan kelelahan.
Apa Saja yang Akan Dilakukan Relawan MER-C?
Selama menjalankan misi kemanusiaan ini, tim MER-C akan fokus pada:
- Pelayanan gawat darurat
- Bedah saraf rawat jalan (dua kali seminggu)
MER-C dan Gaza: Kisah Panjang Kemanusiaan
MER-C adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh mahasiswa Universitas Indonesia pada tahun 1999. Mereka fokus memberikan bantuan medis kepada korban bencana alam dan perang, baik di dalam maupun luar negeri.
MER-C telah aktif memberikan bantuan di Gaza sejak lama, terutama sejak konflik meningkat pada Oktober 2023. Mereka tidak hanya mengirimkan tenaga medis, tetapi juga menyuarakan keprihatinan atas kondisi rumah sakit yang hancur akibat serangan.
Pada Desember 2023, MER-C bahkan mengirimkan surat terbuka kepada WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk mendesak agar fungsi rumah sakit di Gaza segera dipulihkan. Mereka meminta WHO untuk mengambil tindakan tegas terhadap pendudukan rumah sakit oleh militer, sehingga rumah sakit dapat kembali melayani masyarakat Palestina yang membutuhkan.
Harapan untuk Gaza
Pengiriman tim medis oleh MER-C ini adalah secercah harapan di tengah krisis kemanusiaan yang melanda Gaza. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para tenaga medis di Rumah Sakit Al Awda dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Gaza yang membutuhkan.
Kita semua berharap agar konflik di Gaza segera berakhir dan perdamaian dapat terwujud, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan sejahtera.


