Haul ke-46 Kiai Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), menjadi momen penting bagi Gus Muhaimin Iskandar. Selain mengenang jasa-jasa Kiai Bisri, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan refleksi bagi para santri dan tokoh agama. Yuk, kita simak bersama apa saja yang membuat sosok Kiai Bisri begitu istimewa!
Poin-poin Penting dalam Artikel ini:
- Gus Muhaimin Iskandar hadir dalam haul ke-46 Kiai Bisri Syansuri.
- Kiai Bisri adalah kakek buyut Gus Muhaimin dan pendiri Ponpes Mambaul Maarif Denanyar.
- Kiai Bisri dikenal sebagai ulama yang tegas dan berprinsip.
- KH Ma’ruf Amin menyebut Kiai Bisri sebagai ulama paripurna.
- Kiai Bisri juga aktif berjuang untuk kepentingan umat di dunia politik.
Kiai Bisri Syansuri: Ulama Kharismatik Pendiri NU
Kiai Bisri Syansuri bukan hanya sekadar nama, beliau adalah sosok ulama besar yang sangat dihormati di Indonesia. Lahir di Tayu, Pati, Jawa Tengah, pada tahun 1886, Kiai Bisri dikenal sebagai salah satu pendiri NU bersama dengan Hadratussyeikh Mbah Hasyim Asy’ari. Beliau juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Mambaul Maarif di Denanyar, Jombang.
Kehadiran Gus Muhaimin dalam haul ke-46 Kiai Bisri Syansuri pada tanggal 31 Desember 2024, menjadi momen yang mengharukan. Acara ini dirangkai dengan haul Nyai Nur Khodijah dan Milad ke-110 Ponpes Mambaul Maarif. Gus Muhaimin mengungkapkan rasa syukurnya karena acara berjalan lancar dan mengenang Kiai Bisri sebagai kakek buyut yang sangat berjasa dalam hidupnya. “Mbah Bisri itu kakek buyut saya. Beliau pendiri Denanyar dan juga bersama-sama Hadratussyeikh Mbah Hasyim Asy’ari mendirikan NU,” ujarnya dengan penuh haru.
Ketegasan Sikap Kiai Bisri: Inspirasi bagi Gus Muhaimin
Gus Muhaimin tak hanya mengingat Kiai Bisri sebagai sosok keluarga, tetapi juga sebagai tokoh yang menginspirasi. Menurutnya, Kiai Bisri adalah sosok yang memiliki prinsip kuat dan tidak pernah goyah. “Spirit Mbah Bisri terus saya jaga, saya jalankan sehari-hari. Apa itu? Ketegasan bersikap. Memiliki keteguhan prinsip, tidak pernah bergeming. Bahkan ketika beliau menjadi anggota DPR, tidak pernah mau menyetujui beberapa prinsip yang sekiranya bertentangan dengan keyakinan dan logika,” ungkap Gus Muhaimin. Sikap inilah yang selalu menjadi pegangan Gus Muhaimin dalam menjalankan tugasnya sebagai politikus.
Kiai Ma’ruf Amin: Kiai Bisri Ulama Paripurna
Ketua Dewan Syura DPP PKB, KH Ma’ruf Amin, juga turut memberikan pandangannya tentang Kiai Bisri. Beliau menyebut Kiai Bisri sebagai ulama paripurna, bukan hanya ahli fikih, tetapi juga ahli pemerintahan. “Mbah Bisri ini adalah ulama yang paripurna, jarang menemukan ulama seperti beliau. Sebagai ulama beliau sudah menyiapkan penggantinya yang yatafaqqahu fiddin. Mengapa? Karena ulama itu tidak hidup selamanya,” kata Kiai Ma’ruf. Pernyataan ini semakin mengukuhkan betapa pentingnya peran Kiai Bisri dalam sejarah dan perkembangan agama Islam di Indonesia.
Pondok Pesantren Mambaul Maarif: Warisan Kiai Bisri
Pondok Pesantren Mambaul Maarif yang didirikan oleh Kiai Bisri Syansuri telah berusia 110 tahun. Kiai Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Kiai Bisri sudah memikirkan jauh ke depan dengan mendirikan pesantren ini. Tujuannya agar pesantren ini terus mencetak generasi penerus yang ahli agama dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa Kiai Bisri tidak hanya memikirkan masa hidupnya, tapi juga masa depan agama dan bangsa.
Kiprah Kiai Bisri di Dunia Politik
Selain dikenal sebagai ulama, Kiai Bisri juga aktif dalam memperjuangkan kepentingan umat di dunia politik. Beliau tak segan untuk menyuarakan kebenaran dan menolak segala bentuk ketidakadilan. Ketegasannya dalam bersikap, bahkan ketika menjadi anggota DPR, menjadi bukti bahwa beliau tidak pernah kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan dan logika.
Kehadiran Gus Muhaimin dan KH Ma’ruf Amin dalam haul ini memberikan kesan mendalam tentang sosok Kiai Bisri. Semoga semangat dan keteladanan Kiai Bisri terus menginspirasi kita semua, khususnya generasi muda Indonesia.




