Dalam tausiahnya, Ustaz Hanan Attaki mengajak kita semua untuk lebih peduli pada lingkungan. Beliau mengingatkan bahwa manusia punya ‘kontrak’ dengan Allah SWT untuk menjaga alam ini. Simak poin-poin pentingnya!
- Pentingnya Keberlanjutan: Manusia diberi izin memanfaatkan sumber daya alam, tapi wajib menjaga keseimbangan alam.
- Hadis Menanam Pohon: Bahkan di saat-saat terakhir, kita dianjurkan menanam pohon sebagai bekal generasi mendatang.
- Kesadaran Generasi: Apa yang kita lakukan sekarang, dampaknya mungkin baru dirasakan anak cucu kita nanti.
Hanan Attaki Sentil Soal Tanggung Jawab Kita ke Alam
Ulama kondang, Ustaz Hanan Attaki, baru-baru ini menyampaikan pesan penting soal bagaimana kita seharusnya memperlakukan alam. Beliau menekankan bahwa manusia punya tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Hal ini disampaikan saat acara Buka Puasa Bersama MIND ID Grup di Jakarta. Ustaz Hanan Attaki mengajak semua orang untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Izin dari Tuhan, Tanggung Jawabnya Besar!
“Tuhan sudah mengizinkan manusia untuk mengambil manfaat dari logam dan sumber daya alam lainnya, tapi ada tanggung jawab besar di balik itu,” tegasnya.
Beliau juga mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menanam pohon, bahkan saat kiamat akan datang. Pesan ini sangat kuat, menunjukkan bahwa tindakan kita hari ini akan berdampak besar bagi generasi mendatang.
Jangan Cuma Mikirin Sekarang!
Ustaz Hanan Attaki mengingatkan, “Apa yang kita lakukan hari ini mungkin tidak kita nikmati langsung, tapi bisa bermanfaat bagi generasi setelah kita.”
Intinya, kita nggak boleh cuma mikirin kesenangan sesaat. Pikirkan juga bagaimana alam ini akan diwariskan ke anak cucu kita nanti.
Islam Mengajarkan Keseimbangan
Beliau juga menambahkan, dalam Islam, memanfaatkan alam itu boleh, tapi harus seimbang. Jangan sampai kita merusak alam demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Sebagai informasi tambahan, konsep menjaga lingkungan dalam Islam dikenal dengan istilah *mizan*. *Mizan* berarti keseimbangan. Allah SWT menciptakan alam semesta dengan *mizan* yang sempurna, dan kita sebagai manusia diberi amanah untuk menjaganya.
Contoh Nyata: MIND ID dan Keberlanjutan
Acara Buka Puasa Bersama MIND ID Grup ini juga menjadi contoh bagaimana perusahaan pertambangan bisa berkontribusi pada keberlanjutan. MIND ID sebagai perusahaan holding pertambangan negara, diharapkan bisa menjadi pelopor dalam praktik pertambangan yang ramah lingkungan.
Yuk, Mulai dari Hal Kecil!
Kita semua bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan, mulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan listrik, serta mengurangi penggunaan plastik. Dengan begitu, kita sudah ikut menjaga ‘kontrak ekologis’ kita dengan Allah SWT.




