Heboh! Pria Korsel Mantap Jadi Mualaf, Dibimbing Langsung Gus Miftah Secara Online

Kabar menghebohkan datang dari negeri ginseng! Seorang pria asal Korea Selatan, Cha Jaeyoon, memutuskan untuk memeluk agama Islam. Prosesi pengucapan syahadatnya pun tidak biasa, dilakukan secara virtual dan dipandu langsung oleh tokoh agama kondang, Gus Miftah. Bagaimana kisah selengkapnya? Yuk, kita simak!

Poin-Poin Penting Artikel Ini:

  • Seorang pria Korea Selatan bernama Cha Jaeyoon menjadi mualaf.
  • Prosesi syahadat dipandu oleh Gus Miftah secara virtual.
  • Cha Jaeyoon sebelumnya beragama Katolik dan lahir pada 10 Januari 1988.
  • Prosesi disaksikan oleh beberapa orang termasuk seorang wanita berkerudung dan polisi.
  • Jaeyoon berharap hidupnya lebih bermakna setelah menjadi muslim.

Pria Korsel Mantap Ucapkan Syahadat

Cha Jaeyoon, yang sebelumnya menganut agama Katolik, membuat keputusan besar dalam hidupnya. Pria kelahiran Jangseong-gun, Korea Selatan, pada 10 Januari 1988 ini, dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda resminya memeluk agama Islam. Prosesi ini sungguh unik karena dilakukan secara virtual pada Kamis, 17 Januari 2025.

Gus Miftah Sebagai Pembimbing Spiritual

Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah kehadiran KH. Miftah Maulana Habiburrohman atau yang akrab disapa Gus Miftah. Pengasuh Pondok Pesantren Aji Tundan Purwomartani ini dengan sabar dan penuh khidmat membimbing Cha Jaeyoon dalam mengucapkan kalimat syahadat. Prosesi ini disiarkan melalui video yang diunggah oleh DH Entertainment News di YouTube, memperlihatkan bagaimana Jaeyoon dengan lantang mengikuti arahan Gus Miftah.

Ilustrasi Gus Miftah membimbing secara virtual
Ilustrasi Gus Miftah membimbing secara virtual. (Sumber: Placeholder Image)

Suasana Haru dan Khidmat

Dalam video tersebut, terlihat Cha Jaeyoon didampingi oleh beberapa orang, termasuk seorang wanita yang mengenakan kerudung kuning dan seorang polisi. Suasana begitu khidmat saat Jaeyoon mengikuti bimbingan Gus Miftah. Bahkan, Jaeyoon mengucapkan syahadat dengan menggunakan bahasa Korea, menunjukkan kesungguhannya dalam memeluk agama Islam.

Momen Bahagia Setelah Syahadat

Usai mengucapkan syahadat, Cha Jaeyoon tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dengan senyum lebar, ia mengucapkan “Alhamdulillah”, tanda syukur atas hidayah yang diterimanya. Ia juga menandatangani dokumen resmi pernyataan memeluk agama Islam, dengan disaksikan oleh dua saksi, Purba dan Widma. Sebagai seorang karyawan swasta di Yongin-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan, Jaeyoon berharap dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dengan keyakinan barunya. Ini adalah contoh nyata bagaimana hidayah bisa datang dari mana saja, bahkan melalui media virtual.

Tentang Gus Miftah

Gus Miftah dikenal sebagai seorang pendakwah yang unik dan dekat dengan berbagai kalangan. Ia sering berdakwah di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti kelab malam dan lokalisasi, dengan tujuan menyampaikan pesan-pesan agama secara inklusif. Gus Miftah juga dikenal karena sikapnya yang toleran dan terbuka, sehingga banyak orang merasa nyaman dengan gaya dakwahnya. Kiprahnya dalam membimbing mualaf seperti Cha Jaeyoon ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh agama yang dihormati.

Kehidupan Muslim di Korea Selatan

Meskipun Islam bukan agama mayoritas di Korea Selatan, komunitas Muslim di sana terus berkembang. Terdapat beberapa masjid dan pusat kegiatan Islam yang tersebar di berbagai kota, menjadi tempat berkumpul dan beribadah bagi umat Muslim di sana. Kehadiran mualaf seperti Cha Jaeyoon menambah warna dalam keberagaman agama di Korea Selatan. Semoga kisah ini dapat menginspirasi banyak orang.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top