Kabar terbaru dari Surabaya! Pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025, ternyata tidak membuahkan hasil. Hujan deras dan posisi hilal yang belum memenuhi kriteria menjadi penyebabnya. Lalu, kapan kita mulai puasa? Simak selengkapnya!
Inti Artikel Ini:
- Hilal Ramadan 1446 H tidak terlihat di Surabaya.
- Hujan deras dan posisi hilal menjadi penyebabnya.
- Ketinggian hilal hanya 3,7 derajat, belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat.
- Hasil pemantauan akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI.
- Aceh kemungkinan besar dapat melihat hilal.
Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan Tertunda?
Penanggung Jawab Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) Uinsa, Novi Sopwan, mengumumkan bahwa rukyatul hilal (pemantauan hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah di Surabaya tidak berhasil. Padahal, tim sudah berupaya maksimal melakukan pengamatan dari atas gedung.
Hujan dan Posisi Hilal Jadi Penghalang Utama
Menurut laporan, hujan deras mengguyur Surabaya sejak pukul 16.30 WIB dan baru berhenti pukul 17.30 WIB. Pemantauan hilal kemudian dilanjutkan hingga menjelang Isya. Namun, ketinggian hilal hanya berada di 3,7 derajat dengan elongasi 5,8 derajat.
Tahukah Kamu? Kriteria Imkanur Rukyat yang ditetapkan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat agar hilal dapat terlihat.
Ketinggian Hilal Belum Memenuhi Syarat
“Dengan tinggi 3,7 derajat itu kita punya waktu sekitar 12 sampai 14 menit dari Maghrib sampai bulannya itu terbenam,” jelas Novi. Sayangnya, hilal tetap tidak terlihat hingga waktu bulan terbenam tiba.
Laporan Dikirim ke Kementerian Agama
Hasil pemantauan ini akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI. Novi menambahkan, laporan juga akan disampaikan secara digital melalui grup yang biasa digunakan.
Aceh Berpeluang Melihat Hilal?
Novi menyebutkan bahwa wilayah Aceh memiliki kemungkinan lebih besar untuk melihat hilal. Hal ini dikarenakan posisi Aceh yang lebih tinggi dan jaraknya lebih jauh dari matahari.
“Secara kriteria di sana itu sudah memenuhi untuk mengganti awal bulan secara perhitungan, dan secara kemungkinan untuk melihat keberhasilan untuk melihat sabit bulannya,” jelasnya.
Lalu, Kapan Kita Mulai Puasa?
Dengan hasil pemantauan hilal yang belum terlihat di Surabaya, kita masih harus menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI. Biasanya, Kemenag akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan setelah menerima laporan dari seluruh wilayah Indonesia.
Mari kita berdoa semoga cuaca di wilayah lain mendukung pemantauan hilal, sehingga kita bisa segera mengetahui kapan awal Ramadan 1446 Hijriah tiba.




