Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia. Lebih dari 250.000 orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Bagaimana suasana haru tersebut terjadi?
Dalam artikel ini, kita akan membahas:
- Jumlah pelayat yang hadir
- Prosesi pemakaman Paus Fransiskus
- Kesan para pelayat terhadap sosok Paus Fransiskus
- Persiapan pemilihan Paus selanjutnya
Ratusan Ribu Pelayat Membanjiri Vatikan
Lebih dari 250.000 orang, dari berbagai kalangan, memadati Basilika Santo Petrus selama tiga hari untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus. Antrean panjang mengular, bahkan hingga larut malam. Banyak yang rela menunggu berjam-jam demi bisa melihat wajah Paus untuk terakhir kalinya.
Paus Fransiskus, yang meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah berjuang melawan penyakitnya, memang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan umat. Kesederhanaan dan keramahannya membuat banyak orang merasa kehilangan.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Setelah tiga hari disemayamkan, peti jenazah Paus Fransiskus disegel menjelang upacara pemakaman yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus. Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat dan Presiden Argentina, turut hadir dalam upacara tersebut.
Namun, yang menarik adalah, sebelum dimakamkan, peti jenazah Paus Fransiskus dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk memberikan kesempatan kepada kelompok marginal dan kaum papa untuk memberikan penghormatan terakhir. Hal ini sesuai dengan karakter Paus Fransiskus yang selalu membela kaum lemah.
Kenangan Para Pelayat tentang Paus Fransiskus
Banyak pelayat yang datang dengan membawa kenangan indah tentang Paus Fransiskus. Seorang biarawati bernama Angele Bilegue mengaku sudah tiga kali memberikan penghormatan terakhir, termasuk saat jenazah Paus disemayamkan di kediamannya.
“Beliau adalah sahabat saya, jadi saya datang untuk mengucapkan selamat tinggal,” ujarnya dengan berlinang air mata.
Seorang warga Roma, Aurelia Ballarini, menganggap Paus Fransiskus sebagai sosok kakek yang selalu memberikan sapaan hangat melalui Facebook setiap pagi.
Apa yang Terjadi Setelah Pemakaman?
Setelah pemakaman, para kardinal akan berkumpul untuk memilih Paus yang baru. Proses pemilihan ini disebut sebagai konklaf dan diperkirakan akan dimulai pada awal Mei. Para kardinal dari seluruh dunia akan berunding secara tertutup untuk menentukan siapa yang layak menggantikan Paus Fransiskus.
Fakta Menarik:
- Paus Fransiskus dimakamkan dengan sepatu hitamnya yang sudah usang sebagai simbol kesederhanaan.
- Di dalam peti jenazah Paus Fransiskus, selain jenazah, juga dimasukkan sekantung koin yang dicetak selama masa kepausannya dan catatan tentang riwayat hidupnya.
Siapakah Paus Fransiskus?
Paus Fransiskus, yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, adalah Paus ke-266 Gereja Katolik. Ia lahir di Buenos Aires, Argentina, pada tanggal 17 Desember 1936. Ia terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.
Paus Fransiskus dikenal karena pandangan-pandangannya yang progresif dan upayanya untuk mereformasi Gereja Katolik. Ia juga dikenal karena kepeduliannya terhadap isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan perubahan iklim.
Harapan Umat Katolik
Kepergian Paus Fransiskus tentu meninggalkan kesedihan bagi umat Katolik di seluruh dunia. Namun, umat Katolik berharap agar Paus yang baru nanti dapat melanjutkan perjuangan Paus Fransiskus dalam membawa damai dan keadilan bagi dunia.





