- Siapa: Arsitek dari 5 firma pemenang BlueScope Steel Architectural Awards ASEAN.
- Kapan: April 2025.
- Di mana: Sydney dan Brisbane, Australia.
- Tujuan: Merayakan desain unggul, meningkatkan kemampuan, dan berbagi ilmu.
Mengapa Arsitek ASEAN Terbang ke Australia?
Para arsitek keren ini adalah pemenang dari BlueScope Steel Architectural Awards ASEAN. Penghargaan ini diadakan oleh NS BlueScope bekerja sama dengan berbagai organisasi industri terkemuka, seperti:
- Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA)
- Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
- University of Architecture Ho Chi Minh City (UAH)
- ACG Media Group Malaysia
- AustCham Singapore
Kunjungan mereka ke Australia bertujuan untuk merayakan keunggulan desain, meningkatkan kemampuan, dan yang paling penting, berbagi ilmu dan pengalaman.
Destinasi Keren di Australia yang Dikunjungi
Selama di Australia, para arsitek ini mengunjungi beberapa proyek pembangunan baja modern yang memukau, di antaranya:
- Sydney: Darling Quarter precinct dan Australian National Maritime Museum.
- Brisbane: Kangaroo Point Bridge, Brisbane Convention & Exhibition Centre, dan UQ Sustainability Walk di University of Queensland.
Banyak dari proyek-proyek ini menggunakan produk baja BlueScope seperti COLORBOND® steel dan XLERPLATE® steel. Produk-produk ini dikenal karena kekuatan, fleksibilitas, dan keindahan estetikanya, yang membantu mewujudkan desain arsitektur yang luar biasa.
Bertemu dengan Ahli dan Berbagi Ide
Para arsitek juga berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan studio arsitektur ternama yang berada di balik proyek-proyek tersebut, seperti fjcstudio di Sydney dan Cox Architecture di Brisbane. Richard Coulson, Ketua Dewan Direksi Cox Architecture, mengatakan bahwa ini adalah kesempatan emas untuk memamerkan desain Australia sekaligus belajar dari firma arsitektur terkemuka di ASEAN.
“Sungguh luar biasa bisa menjamu delegasi dari ASEAN dan mempresentasikan beberapa proses desain terbaru dan solusi baja canggih yang digunakan di Australia. Kami menikmati diskusi yang produktif dan menarik dengan kolega kami dari ASEAN dan berbagi banyak ide dan filosofi,” ujarnya.
Ikut Konferensi Arsitektur Bergengsi
Selain kunjungan lapangan dan dialog dengan para ahli, delegasi juga menghadiri Australian Architecture Conference 2025 di Sydney Opera House. Di sini, mereka bisa menjalin jaringan dengan kolega dari Australia dan komunitas desain global yang lebih luas, serta menghadiri presentasi tentang berbagai topik menarik, mulai dari AI dan dekarbonisasi desain hingga bangunan tinggi dan masa depan pusat-pusat perkotaan.
Membangun Jaringan yang Lebih Kuat di ASEAN
Ar. Melvyn J Kanny, kepala MJ Kanny Architect di Malaysia, yang juga ikut dalam kunjungan ini, mengatakan bahwa kegiatan ini akan membantu memulai pembangunan jaringan yang lebih kuat bagi perusahaan desain di ASEAN.
“Tur ini adalah kesempatan yang sempurna untuk belajar dari komunitas arsitektur Australia dan global, serta berbagi informasi tentang beberapa karya hebat yang terjadi di ASEAN. ‘Lingkaran Keunggulan dalam Desain Arsitektur Baja’ kami, yang terdiri dari para pemenang penghargaan ASEAN perdana, akan terus berkembang seiring dengan diadakannya edisi-edisi mendatang. Ini memberi kami fondasi yang sempurna untuk membangun komunitas lintas wilayah yang kuat yang dapat berkontribusi lebih banyak pada pembelajaran kolektif industri kami,” katanya.
Siapa Saja yang Ikut dalam Kunjungan Ini?
Delegasi yang ikut dalam perjalanan ini termasuk perwakilan dari:
- Arkiskape Sdn. Bhd. (Malaysia)
- MJ Kanny Architect (Malaysia)
- Razin Architects Sdn. Bhd. (Malaysia)
- Ar. Naksit Wisetmora (Thailand)
- Studio Sifah (Thailand)
Kesimpulan
Kunjungan para arsitek ASEAN ke Australia ini bukan hanya sekadar liburan, tapi juga langkah penting dalam mempererat hubungan, bertukar ilmu, dan meningkatkan kualitas desain arsitektur di kawasan ASEAN. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi perkembangan industri arsitektur di masa depan!



