Presiden Prabowo Tertawa Dengar Pujian Trump: ‘Dia Orangnya Humoris!’

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80 ternyata diwarnai momen menarik. Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, tak sungkan melontarkan pujian atas gaya pidato Presiden Prabowo yang berapi-api. Lantas, bagaimana tanggapan Presiden Prabowo sendiri? Ternyata, beliau punya julukan kocak untuk Trump!

Artikel ini akan mengupas tuntas momen langka ini, mulai dari:

  • Pujian blak-blakan Donald Trump terhadap gaya pidato Presiden Prabowo.
  • Reaksi santai dan kocak Presiden Prabowo saat mendengar pujian tersebut.
  • Penjelasan mengenai gestur unik Presiden Prabowo yang menarik perhatian.
  • Konteks pertemuan penting kedua pemimpin dunia di sela-sela Sidang Umum PBB.

Bukan Cuma Pidato, tapi Panggung!

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menjadi sorotan dalam Sidang Umum PBB ke-80 di New York. Bukan hanya karena pidatonya yang tegas dan penuh semangat, tapi juga karena mendapat pujian tak terduga dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Saat berbicara kepada awak media pada Rabu, 24 September 2025, Presiden Prabowo tampak tersenyum lebar ketika ditanya mengenai komentar Trump.

Trump Terpukau Gaya Berapi-api

Sebelumnya, Donald Trump sempat memuji gaya pidato Presiden Prabowo yang penuh gairah. Trump bahkan memperhatikan bagaimana Presiden Prabowo sempat memukul podium saat menyampaikan orasinya. Pujian ini dilontarkan Trump dalam sebuah pertemuan multilateral yang membahas Timur Tengah, di sela-sela Sidang Umum PBB.

“Kamu juga, sahabatku, pidato yang hebat. Kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa. Memukul-mukul meja itu,” ujar Presiden Trump saat itu, menoleh ke arah Presiden Prabowo.

Reaksi Santai Presiden Prabowo: “Dia Orangnya Humoris!”

Menanggapi pujian tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan jawaban yang santai namun penuh makna. Ia menyebut Donald Trump sebagai sosok yang humoris. “Yah, dia orangnya humoris,” kata Prabowo dengan nada ringan.

Gestur yang Tak Disadari

Menariknya, Presiden Prabowo mengaku tidak sepenuhnya menyadari gestur memukul podium yang menjadi perhatian Trump. “Jujur saja, saya bahkan tidak sadar melakukannya,” ungkapnya, merujuk pada gerakan tangannya yang mengetuk podium saat berpidato.

Simbol Keberanian atau Sekadar Ekspresi?

Bagi Trump, gaya Presiden Prabowo yang mengetuk podium dianggap sebagai simbol keberanian dalam menyuarakan keadilan di panggung internasional. Gaya pidato yang tegas dan enerjik ini memang mampu menarik perhatian para pemimpin dunia lainnya.

Pertemuan ini menunjukkan dinamika hubungan internasional yang menarik, di mana pujian dan apresiasi bisa datang dari berbagai pihak, bahkan dari sosok yang memiliki pandangan berbeda. Interaksi antara Presiden Prabowo dan Donald Trump ini menjadi bukti bahwa diplomasi tidak selalu kaku, tetapi bisa juga diwarnai dengan sentuhan personal yang ringan.

Pentingnya Diplomasi di Panggung Dunia

Kejadian ini mengingatkan kita betapa pentingnya peran Indonesia di kancah internasional. Pidato Presiden Prabowo di PBB bukan hanya tentang menyampaikan aspirasi bangsa, tetapi juga membangun citra positif Indonesia di mata dunia. Gaya komunikasi yang efektif, seperti yang dipuji Trump, dapat membantu pesan Indonesia tersampaikan dengan lebih baik.

Berikut beberapa poin penting dari peran Indonesia di forum internasional:

ForumPeran IndonesiaTujuan
Sidang Umum PBBMenyampaikan pandangan dan aspirasi bangsaMempengaruhi kebijakan global, menjaga perdamaian
Pertemuan MultilateralMembahas isu strategis global (misal: Timur Tengah)Mencari solusi bersama, memperkuat kerjasama
Hubungan BilateralMempererat kerjasama dengan negara lainMeningkatkan posisi tawar Indonesia, manfaat ekonomi

Keberhasilan Presiden Prabowo dalam menyampaikan pesannya di PBB dan interaksinya dengan pemimpin dunia lain seperti Donald Trump, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki suara yang didengar. Hal ini tentu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas dunia.

Sumber:
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),
The White House

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Share this article

Back To Top