- Presiden Prabowo sampaikan ucapan selamat Hari Nyepi.
- Umat Hindu di Bali jalani Catur Brata Penyepian.
- Bandara dan pelabuhan di Bali tutup sementara.
Ucapan Selamat dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi kepresidenan @presidenrepublikindonesia.
“Semoga Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan berkat dan penerangan dalam setiap langkah kita, serta menghadirkan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan,” tulis Presiden Prabowo.
Tak hanya itu, melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, beliau juga mendoakan agar seluruh umat Hindu di Indonesia selalu mendapatkan berkah, kedamaian, dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Unggahan tersebut disertai dengan gambar yang menampilkan keindahan pura di Bali.
Makna Hari Nyepi
Hari Nyepi merupakan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu. Pada hari ini, umat Hindu khususnya di Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan yang wajib dilaksanakan:
- Amati Geni: Tidak menyalakan api atau menggunakan penerangan.
- Amati Karya: Tidak bekerja atau melakukan kegiatan fisik.
- Amati Lelungan: Tidak bepergian.
- Amati Lelanguan: Tidak menghibur diri atau bersenang-senang.
Tujuan dari Catur Brata Penyepian adalah untuk melakukan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Bali Sepi, Bandara dan Pelabuhan Tutup
Selama Hari Nyepi, Pulau Bali akan terasa sangat sepi. Semua aktivitas dihentikan sementara. Bahkan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga ditutup selama 24 jam untuk menghormati pelaksanaan Nyepi. Hanya penerbangan darurat yang diperbolehkan beroperasi.
Selain bandara, seluruh pelabuhan di Bali, termasuk Pelabuhan Gilimanuk yang menghubungkan Bali dengan Jawa Timur, juga ditutup selama Hari Nyepi.
Nyepi di Tengah Keberagaman
Hari Nyepi menjadi momentum penting untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Meskipun Hari Nyepi dirayakan oleh umat Hindu, namun semua masyarakat di Bali turut menghormati dan menjaga kesucian hari tersebut.
Wakil Presiden Republik Indonesia juga menyampaikan bahwa Hari Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan menjadi momentum untuk merawat keberagaman di Indonesia.
Sejarah Singkat Hari Nyepi
Hari Nyepi berasal dari tradisi masyarakat Hindu di Bali. Perayaan ini bermula dari penetapan kalender Saka yang dibawa dari India ke Indonesia pada abad ke-1 Masehi. Kemudian, masyarakat Bali mengadopsi dan mengembangkan kalender Saka tersebut dengan menambahkan unsur-unsur budaya lokal.
Nyepi bukan hanya sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga merupakan wujud syukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Tuhan. Selain itu, Nyepi juga menjadi momen untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan.




