Siap-siap merinding! Band metal asal Solo, Down For Life, baru saja meluncurkan video musik terbaru mereka yang berjudul ‘Prahara Jenggala’. Video ini bukan sekadar musik, tapi juga sebuah kisah perjuangan yang nyata dari saudara-saudara kita di Kalimantan. Penasaran? Yuk, kita bedah lebih dalam!
Poin-Poin Penting:
- Video musik ‘Prahara Jenggala’ menggambarkan perjuangan masyarakat Dayak Kualan Hilir.
- Mereka berjuang mempertahankan hutan adat dari perusahaan yang merusak.
- Ribuan hektar hutan telah hilang, mengancam satwa dan kehidupan masyarakat.
- Down For Life memberikan dukungan lewat karya musik yang powerful.
‘Prahara Jenggala’: Lebih dari Sekadar Lagu
Bagi kalian penggemar musik metal, nama Down For Life pasti sudah tidak asing lagi. Band yang satu ini memang dikenal dengan musiknya yang keras dan lirik-liriknya yang penuh makna. Kali ini, mereka hadir dengan sesuatu yang lebih, yaitu video musik ‘Prahara Jenggala’ yang sangat menyentuh hati. Lagu ini merupakan bagian dari album terbaru mereka, ‘Kalatidha’, yang akan dirilis tahun 2025 mendatang.
Kisah di Balik Layar: Perjuangan Masyarakat Dayak
Stephanus Adjie, sang vokalis, menjelaskan bahwa video ini bukan sekadar fantasi. ‘Prahara Jenggala’ terinspirasi dari kisah nyata perjuangan masyarakat Dayak Kualan Hilir di Kalimantan Barat. Mereka berjuang mati-matian untuk mempertahankan hutan adat dari perampasan dan penghancuran oleh perusahaan. Bayangkan saja, dalam waktu tiga tahun, 33.000 hektar hutan alam sudah dibabat habis! Itu setara dengan 7,5 kali luas wilayah Solo Raya, tempat Down For Life berasal.
Hutan Adat, Sumber Kehidupan dan Warisan Leluhur
Hutan adat bagi masyarakat Dayak bukan sekadar kumpulan pepohonan. Di dalamnya ada habitat orang utan, rangkong, dan berbagai satwa endemik lainnya. Hutan juga menjadi sumber penghidupan masyarakat Dayak turun-temurun. Mereka menggantungkan hidup pada hasil hutan, menjaga keseimbangan alam, dan melestarikan budaya leluhur. Tapi semua itu kini terancam punah.
Intimidasi Tak Memadamkan Api Perlawanan
Perjuangan masyarakat Dayak tidaklah mudah. Mereka kerap menerima intimidasi dan kriminalisasi. Namun, semangat mereka tak pernah padam. Mereka percaya bahwa mempertahankan hutan adat adalah sebuah pertempuran yang melampaui batas ruang dan waktu. Ini adalah pengorbanan untuk menjaga warisan sejarah dan masa depan kehidupan. Sebuah perlawanan untuk memelihara praktik hidup yang luhur, yang menghargai keselarasan antara manusia dan alam. Down For Life turut menyuarakan hal ini lewat musik mereka.
Dukungan Lewat Musik
Down For Life tidak hanya sekadar menyajikan musik yang ‘headbanging’. Mereka juga ingin menyampaikan pesan penting lewat karya-karyanya. Video musik ‘Prahara Jenggala’ adalah salah satu bentuk dukungan mereka kepada masyarakat Dayak. Lewat musik, mereka berharap kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai hak-hak masyarakat adat bisa semakin meningkat.
Mari Bersatu!
Kisah perjuangan masyarakat Dayak ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kita harus lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama. Mari kita dukung perjuangan mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan menyebarkan informasi ini dan menyuarakan kepedulian kita. Kita tidak bisa tinggal diam melihat ketidakadilan terjadi.
Jangan lupa saksikan video musik ‘Prahara Jenggala’ dari Down For Life dan sebarkan pesan penting ini!




