- Target Ambisius: Indonesia ingin bebas kusta di tahun 2030.
- Lima Jurus Jitu: Kemenkes menyiapkan 5 langkah strategis.
- Fokus Wilayah: Perhatian khusus diberikan pada daerah-daerah tertentu.
- Kerja Sama Solid: Pemerintah menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi internasional.
Kusta di Indonesia: Bukan Sekadar Angka!
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta bukan hanya soal jumlah kasus. Lebih dari itu, kusta membawa stigma dan diskriminasi bagi para penderitanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya besar agar Indonesia bisa mencapai tiga ‘zero’:
- Zero kusta
- Zero disabilitas akibat kusta
- Zero stigma terhadap penderita kusta
Lima Langkah Strategis Berantas Kusta
Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes telah menyiapkan lima langkah strategis, yaitu:
- Perluasan Upaya Eliminasi: Memperluas jangkauan upaya eliminasi penyakit ke 111 kabupaten/kota, meningkat dari 42 daerah sebelumnya.
- Screening Massal: Mengadakan screening (penapisan) massal di lima wilayah prioritas mulai bulan ini. Wilayah tersebut adalah Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, Kota Jayapura, dan Kabupaten Sampang.
- Deteksi Dini DHS: Melakukan screening untuk mendeteksi orang dengan dapsone hypersensitivity syndrome (DHS), terutama di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Dapsone adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati kusta. DHS adalah reaksi alergi yang parah terhadap obat tersebut.
- Ketersediaan Obat: Memastikan ketersediaan multi-drug therapy (MDT) untuk pengobatan kusta. MDT adalah kombinasi beberapa jenis obat yang sangat efektif untuk membunuh bakteri penyebab kusta.
Inspirasi dari Duta WHO
Komitmen Indonesia untuk memberantas kusta semakin kuat setelah pertemuan Menkes Budi dengan Duta WHO untuk Eliminasi Kusta, Yohei Sasakawa, pada World Health Assembly 2023. Menkes mengakui bahwa kusta memang tidak menjadi prioritas utama dibandingkan penyakit menular lain seperti tuberkulosis, HIV, dan malaria. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, Indonesia optimis bisa mencapai target eliminasi.
Pujian dari Duta WHO
Yohei Sasakawa sendiri memuji komitmen dan kepemimpinan Indonesia dalam upaya eliminasi kusta. Ia menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan tantangan geografis yang kompleks. Namun, ia yakin bahwa dengan kolaborasi yang baik, Indonesia mampu mencapai target tersebut.
“Saya percaya Indonesia memiliki kapasitas, semangat, dan kemauan politik untuk menjadi model global dalam eliminasi kusta,” ujarnya.
Ajak Semua Pihak Berkontribusi
Sasakawa juga mengajak pemerintah, organisasi internasional, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersatu dan berkontribusi dalam upaya anti-kusta. Ia berharap bisa melihat Indonesia berhasil memberantas kusta sepenuhnya sebelum usianya semakin bertambah.
Apa itu Kusta dan Bagaimana Cara Penularannya?
Kusta, atau yang juga dikenal dengan nama Lepra atau penyakit Hansen, adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan atas, mata, dan testis. Kusta dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, yang dapat menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, dan kecacatan.
Banyak yang salah paham tentang cara penularan kusta. Penyakit ini tidak menular melalui kontak singkat atau sentuhan biasa. Kusta menular melalui droplet (percikan air liur) dari hidung dan mulut penderita yang tidak diobati, yang kemudian terhirup oleh orang sehat setelah berkontak dalam jangka waktu yang lama.
Gejala Kusta yang Perlu Diwaspadai
Gejala kusta berkembang sangat lambat, bahkan bisa memakan waktu hingga 20 tahun. Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain:
- Munculnya bercak-bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa.
- Mati rasa pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.
- Kelemahan otot.
- Pembengkakan pada hidung atau telinga.
Pengobatan Kusta: Semakin Cepat, Semakin Baik!
Kusta dapat diobati dengan multi-drug therapy (MDT). MDT sangat efektif untuk membunuh bakteri penyebab kusta dan mencegah kecacatan. Semakin cepat kusta didiagnosis dan diobati, semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan saraf permanen.
Yuk, Dukung Upaya Eliminasi Kusta di Indonesia!
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua bisa berkontribusi dalam upaya eliminasi kusta di Indonesia. Caranya?
- Meningkatkan kesadaran tentang kusta.
- Menghilangkan stigma terhadap penderita kusta.
- Mendukung program-program eliminasi kusta yang dijalankan oleh pemerintah dan organisasi lainnya.
- Jika Anda mengalami gejala kusta, segera periksakan diri ke dokter.




