Wajib Baca! Gubernur Sulbar Bikin Aturan 20 Buku untuk Lulus SMA

Siap-siap buat para siswa SMA di Sulawesi Barat! Ada aturan baru nih yang mungkin bikin sebagian senang, sebagian lagi mungkin sedikit kaget. Gubernur Sulawesi Barat menetapkan, buat bisa lulus SMA, setiap siswa wajib membaca minimal 20 buku selama masa studinya. Wah, kira-kira apa ya alasan di balik aturan ini? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Intip Dulu Poin Pentingnya:

  • Gubernur Sulbar tetapkan aturan wajib baca 20 buku untuk lulus SMA/SMK.
  • Aturan ini tertuang dalam surat edaran gubernur.
  • Dua buku wajib adalah tentang tokoh Sulbar, Andi Depu dan Baharuddin Lopa.
  • Sekolah wajib alokasikan waktu kunjungan perpustakaan.
  • Dana BOS bisa dipakai untuk mendukung program ini.

Kenapa Harus 20 Buku? Ini Kata Gubernur!

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, punya alasan kuat kenapa aturan ini dibuat. Beliau ingin meningkatkan kemampuan literasi siswa. Katanya, dengan banyak membaca, siswa jadi lebih pintar, lebih kritis, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Keren, kan?

“Setiap siswa SMA/SMK wajib baca minimal 20 buku selama belajar. Ini untuk meningkatkan kemampuan literasi dan jadi syarat kelulusan,” ujar Duka saat acara peluncuran gerakan literasi di Mamuju, seperti dikutip dari Antara News.

Surat Edaran Sudah Ditandatangani!

Aturan ini bukan sekadar wacana, lho! Gubernur sudah menandatangani surat edaran pada tanggal 5 Juli 2025. Jadi, kepala daerah dan semua pihak terkait wajib menjalankan aturan ini. Serius nih!

Kenalan dengan Pahlawan Lokal: Andi Depu dan Baharuddin Lopa

Dari 20 buku yang wajib dibaca, ada dua judul yang sudah ditentukan, yaitu buku tentang Andi Depu dan Baharuddin Lopa. Siapa mereka? Mereka adalah tokoh penting dari Sulawesi Barat yang punya jasa besar bagi bangsa. Andi Depu adalah pahlawan nasional, sementara Baharuddin Lopa adalah mantan Menteri Hukum dan Jaksa Agung yang dikenal jujur dan berani.

Dengan membaca buku tentang mereka, diharapkan siswa bisa meneladani semangat perjuangan dan nilai-nilai positif yang mereka miliki. Biar makin cinta sama daerah sendiri!

Perpustakaan Jadi Tempat Nongkrong Baru?

Selain wajib membaca, ada aturan lain yang juga penting. Semua sekolah, dari SD sampai SMA, wajib mengalokasikan waktu khusus untuk kunjungan perpustakaan. Minimal seminggu sekali! Wah, perpustakaan bakal ramai nih. Petugas perpustakaan juga diharapkan lebih kreatif dalam mengelola koleksi buku, biar siswa makin tertarik untuk membaca.

Kantor Juga Harus Punya Pojok Baca!

Gak cuma sekolah, kantor-kantor pemerintahan juga dapat instruksi dari gubernur. Setiap kantor wajib menyediakan pojok baca atau perpustakaan mini. Tujuannya? Biar semua pegawai juga gemar membaca dan meningkatkan pengetahuan. Mantap!

Sekolah Boleh Pakai Dana BOS?

Nah, ini kabar baik buat sekolah-sekolah. Gubernur mengizinkan sekolah menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung program literasi ini. Jadi, sekolah bisa membeli buku-buku baru, memperbaiki perpustakaan, atau mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi.

Literasi Kunci Kemajuan Daerah

Gubernur Duka berharap, dengan adanya program literasi ini, Sulawesi Barat bisa menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera. Soalnya, kemampuan literasi adalah fondasi penting untuk pembangunan daerah. Kalau masyarakatnya pintar dan berpengetahuan, pasti daerahnya juga ikut maju. Setuju?

Reaksi Siswa Gimana Ya?

Tentu saja, aturan ini menuai berbagai reaksi dari siswa. Ada yang senang karena memang suka membaca, tapi ada juga yang merasa terbebani. Gimana menurut kamu? Apakah aturan ini efektif untuk meningkatkan minat baca siswa? Atau justru malah bikin siswa makin malas membaca? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top