Kabar gembira bagi pecinta sepak bola Tanah Air! Kompetisi Liga 2 Championship 2025/2026 resmi memperkenalkan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang melihatnya sebagai lompatan besar bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Berikut rangkuman poin-poin pentingnya:
- Liga 2 Championship 2025/2026 menjadi satu-satunya liga kasta kedua di Asia yang menggunakan VAR.
- Indonesia kini sejajar dengan liga-liga top Eropa dalam penerapan teknologi canggih ini.
- Penggunaan VAR diharapkan meningkatkan kualitas perwasitan dan integritas pertandingan.
- Erick Thohir mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berbenah demi sepak bola yang lebih baik.
VAR di Liga 2: Sebuah Sejarah Baru untuk Sepak Bola Indonesia
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, baru-baru ini mengungkapkan kebanggaannya atas penerapan Video Assistant Referee (VAR) di ajang Liga 2 Championship 2025/2026. Menurutnya, ini adalah sebuah pencapaian monumental yang menempatkan sepak bola Indonesia di peta yang lebih tinggi, baik di Asia maupun dunia.
Indonesia Selangkah Lebih Maju di Kancah Asia dan Dunia
“Kita ini satu-satunya liga 2 yang menggunakan VAR di Asia. Secara dunia, kita kelima, kalau di Eropa Seri A. Untuk Liga Inggris, liga keduanya aja belum,” ujar Erick Thohir dengan bangga. Pernyataan ini menegaskan betapa progresifnya langkah yang diambil PSSI dan pengelola liga dalam mengadopsi teknologi yang telah terbukti meningkatkan akurasi keputusan di lapangan.
Penerapan VAR ini bukan hanya sekadar mengikuti tren global, tetapi juga merupakan bukti komitmen untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Dengan VAR, potensi kesalahan manusiawi dalam mengambil keputusan krusial, seperti gol sah atau tidak, pelanggaran penalti, hingga kartu merah, dapat diminimalisir secara signifikan.
Apresiasi untuk Pengelola Kompetisi dan Harapan ke Depan
Erick Thohir juga tak lupa memberikan apresiasi kepada pengelola kompetisi, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga. Transformasi yang terus dilakukan, dari Liga 1 yang sudah lebih dulu menerapkan VAR, kini merambah ke Liga 2, menunjukkan adanya progres yang jelas.
“Jadi terima kasih kepada liga yang terus berbenah setelah Liga 1 gunakan VAR, sekarang di Liga 2 juga gunakan. Kualitas wasitnya terus meningkat. Ke depan ini terus kita jaga,” tegas Erick. Ia menekankan pentingnya menjaga dan terus meningkatkan kualitas perwasitan, karena wasit adalah elemen sentral dalam setiap pertandingan.
VAR Bukan Sekadar Menguji Gol
Penerapan VAR tidak hanya terbatas pada pengesahan gol. Teknologi ini juga dapat membantu wasit dalam memutuskan beberapa insiden lain, seperti:
- Keputusan penalti
- Identitas pemain yang melakukan pelanggaran
- Pelanggaran langsung yang berakibat kartu merah
- Kesalahan dalam memberikan kartu (merah/kuning)
Bahkan, dalam beberapa kasus, VAR juga dapat digunakan untuk mengoreksi keputusan terkait kartu kuning dan tendangan sudut, yang pada awalnya mungkin tidak terlihat jelas oleh wasit di lapangan.
Momen Krusial Penggunaan VAR di Laga Perdana
Penggunaan VAR langsung terbukti dalam laga perdana Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSMS Medan melawan Persekat Tegal. Pada menit akhir pertandingan (90+5′), wasit Roberto Putra sempat ragu atas gol yang dicetak oleh gelandang Persekat, Eduard Rocky Mandosir, yang berhasil melewati penjagaan kiper PSMS, Fakhrurrazi.
Setelah melakukan review melalui VAR, wasit akhirnya memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut. Momen ini menunjukkan bagaimana VAR bekerja secara efektif untuk memastikan keputusan yang adil dan tepat, menghindari potensi kontroversi yang merusak jalannya pertandingan.
Langkah Strategis untuk Sepak Bola Indonesia yang Lebih Baik
Penerapan VAR di Liga 2 ini adalah bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk meningkatkan standar sepak bola nasional. Dengan infrastruktur dan teknologi yang semakin modern, diharapkan kualitas pemain, pelatih, wasit, dan keseluruhan ekosistem sepak bola Indonesia akan ikut terangkat.
Ke depan, PSSI akan terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi di semua tingkatan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk klub, sponsor, dan tentu saja, para suporter, sangatlah krusial untuk mewujudkan visi besar ini.




