Siapa yang tidak kenal Candi Borobudur? Candi Buddha terbesar di dunia ini bukan hanya kebanggaan Indonesia, tapi juga magnet bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Kabar baiknya, pengelola Candi Borobudur punya target yang ambisius untuk tahun 2025! Mereka ingin menarik 1,7 juta pengunjung. Bagaimana caranya? Yuk, kita bedah!
Poin-poin penting artikel ini:
- Target pengunjung Borobudur tahun 2025: 1,7 juta orang.
- Pengelola tidak hanya fokus pada candi, tapi juga pengembangan kawasan sekitar.
- Zona-zona baru di sekitar Borobudur akan dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
- Tahun 2024, Borobudur dikunjungi 1,3 juta wisatawan, 200 ribu di antaranya wisatawan mancanegara.
- Pentingnya kolaborasi antar pihak untuk memaksimalkan potensi wisata Borobudur.
Target Tinggi, Strategi Matang
PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), sebagai pengelola candi, tidak main-main dengan target 1,7 juta pengunjung di tahun 2025. Direktur Operasi dan Pengembangan Infrastruktur TWC, Mardijono Nugroho, mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada candi saja, tapi juga pengembangan destinasi dan atraksi wisata di sekitarnya. Ini artinya, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat candi, tapi juga bisa menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap.
Pengembangan Zona di Sekitar Candi
TWC saat ini sedang fokus mengembangkan Zona 3, yang mencakup Desa Seni Borobudur. Tapi, mereka tidak berhenti di situ saja. Pengembangan Zona 4 dan 5 juga sudah masuk dalam rencana. Ini menunjukkan bahwa TWC sangat serius ingin menjadikan kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata kelas dunia. Selain itu, pengunjung yang datang pertama kali di tahun ini mendapatkan sambutan spesial dengan menaiki andong, kereta kuda khas Jawa.
Catatan Kunjungan Tahun 2024
Meskipun target 1,5 juta pengunjung di tahun 2024 belum sepenuhnya tercapai (hanya 1,3 juta), TWC tetap optimis. Dari 1,3 juta pengunjung, 200 ribu di antaranya adalah wisatawan mancanegara. Ini membuktikan bahwa Borobudur memiliki daya tarik yang kuat di mata wisatawan internasional. Pemerintah juga telah menetapkan Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, sehingga dukungan untuk pengembangannya terus ditingkatkan.
Pentingnya Kolaborasi
Mardijono Nugroho juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak untuk mempromosikan dan memaksimalkan potensi Candi Borobudur. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal juga akan semakin terasa. Bukan hanya candinya yang terkenal, tapi juga desa-desa di sekitarnya juga ikut maju.
Mengapa Borobudur Begitu Istimewa?
Candi Borobudur bukan hanya sekadar tumpukan batu. Candi ini adalah mahakarya arsitektur yang dibangun pada abad ke-9 dan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Di candi ini, kita bisa melihat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah zaman dahulu, serta menikmati keindahan arsitektur yang megah. Selain itu, Borobudur juga menjadi tempat yang sakral bagi umat Buddha.
Tips Berkunjung ke Borobudur:
- Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas terik.
- Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
- Jangan lupa membawa topi, kacamata hitam, dan tabir surya.
- Siapkan kamera untuk mengabadikan momen-momen indah di sana.
Dengan target yang ambisius dan strategi yang matang, kita patut berharap Candi Borobudur akan semakin bersinar di mata dunia. Mari kita dukung upaya pemerintah dan TWC untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata yang mendunia dan membawa dampak positif bagi Indonesia!



