Dua Orangutan Kembali ke Rumah! Dilepas di Taman Nasional, Ini Kisahnya!

Dua orangutan bernama Bondan dan Joss akhirnya merasakan kebebasan di habitat aslinya, Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Mereka sebelumnya menjalani rehabilitasi bertahun-tahun setelah diselamatkan dalam kondisi memprihatinkan. Bagaimana kisah perjalanan mereka kembali ke alam liar? Mari kita simak!
  • Kabar Baik: Dua orangutan yang direhabilitasi dilepasliarkan.
  • Lokasi: Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat.
  • Nama Orangutan: Bondan dan Joss.
  • Kondisi Awal: Diselamatkan dalam kondisi kurang baik.
  • Proses: Menjalani rehabilitasi untuk bertahan hidup di alam liar.

Kisah Bondan dan Joss: Dari Yatim Piatu hingga Kembali ke Hutan

Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, baru saja melepasliarkan dua individu orangutan (Pongo pygmaeus) yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi di Taman Nasional Betung Kerihun. Kedua orangutan ini bernama Bondan dan Joss.

Murlan Dameria Pane, Kepala BKSDA Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa Bondan dan Joss diselamatkan dalam kondisi yang kurang baik dan telah menjalani rehabilitasi selama bertahun-tahun. “Setelah dinyatakan sehat dan menunjukkan perilaku alami, seperti kemampuan bergerak yang baik, mengenali berbagai jenis makanan alami, dan memiliki keterampilan membuat sarang, mereka siap untuk kembali ke habitat alaminya di hutan,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi.

Perjalanan Panjang Menuju Rumah Baru

Bondan dan Joss, keduanya berusia 7 tahun, adalah orangutan betina yang diselamatkan oleh petugas BKSDA Kalimantan Barat. Bondan diselamatkan pada Maret 2022 dari Desa Bernayau, Sintang, dalam kondisi kekurangan gizi dan infeksi cacing. Sementara itu, Joss diselamatkan pada Juli 2019 dari Desa Nanga Kasai, Melawi, saat masih sangat muda dan dengan lengan kanan patah.

Kedua satwa dilindungi ini kemudian menjalani rehabilitasi di Sekolah Hutan Jerora YPOS untuk mendapatkan kembali keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk bertahan hidup mandiri di alam liar. Sekolah Hutan Jerora YPOS mengajarkan mereka cara mencari makan, membuat sarang, dan berinteraksi dengan orangutan lainnya.

Untuk memindahkan Bondan dan Joss ke habitat baru mereka, tim melakukan perjalanan panjang melalui darat dan air. Perjalanan dimulai dari Sekolah Hutan Jerora di Sintang, dilanjutkan dengan perjalanan delapan jam menggunakan kendaraan roda empat ke Putussibau, diikuti dengan perjalanan tiga jam menggunakan perahu ke Stasiun Pelepasan Mentibat.

Konservasi Kolaboratif: Melibatkan Semua Pihak

Pelepasan Bondan dan Joss menandai tahap ke-16 sejak tahun 2017, dengan total 36 orangutan telah dilepasliarkan, termasuk satu dari translokasi. Pelepasan ini melibatkan tidak hanya Kementerian Kehutanan tetapi juga tokoh adat, kader konservasi di wilayah sekitar, guru sukarelawan dari Nanga Hovat, dan mahasiswa magang di taman nasional.

Sadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, menekankan pentingnya mengadopsi pendekatan konservasi inklusif dan kolaboratif. Selama ini, upaya konservasi satwa liar seringkali dilihat sebagai tanggung jawab pemerintah tanpa peluang yang cukup untuk partisipasi yang lebih luas.

“Saatnya kita bergerak maju bersama, mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk terlibat dalam konservasi dan menumbuhkan kepedulian kolektif,” kata Adirahmanta. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang upaya konservasi orangutan.

Orangutan: Lebih dari Sekadar Maskot

Orangutan adalah satwa endemik Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Mereka membantu menyebarkan biji-bijian dan menjaga keanekaragaman hayati hutan. Namun, populasi orangutan terus menurun akibat perusakan habitat, perburuan, dan perdagangan ilegal.

Upaya konservasi orangutan membutuhkan dukungan dari semua pihak. Kita bisa berkontribusi dengan cara sederhana, seperti tidak membeli produk-produk yang merusak hutan, mendukung organisasi konservasi, dan menyebarkan informasi tentang pentingnya menjaga kelestarian orangutan.

Dengan menjaga habitat orangutan, kita juga menjaga masa depan hutan kita dan generasi mendatang.

Info Tambahan: Fakta Menarik tentang Orangutan

  • Orangutan adalah satu-satunya kera besar Asia.
  • Terdapat tiga spesies orangutan: Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
  • Orangutan sangat cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.
  • Ibu orangutan merawat anaknya selama sekitar 8 tahun, periode terlama dibandingkan mamalia lainnya.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top