Flores Jadi Pulau Geothermal? Kementrian Energi Siapkan Rencana Gede!

Flores Jadi Pulau Geothermal? Kementrian Energi Siapkan Rencana Gede!

Flores, Nusa Tenggara Timur, punya potensi energi yang luar biasa! Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya rencana besar untuk menjadikan Flores sebagai pulau geothermal. Apa saja yang perlu kamu tahu tentang proyek ambisius ini?

  • Flores punya potensi geothermal yang melimpah.
  • Geothermal bisa jadi solusi pengganti bahan bakar diesel yang mahal.
  • Ada penolakan dari masyarakat terkait proyek geothermal.
  • Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik.

Flores: Pulau yang Kaya Energi Panas Bumi

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa Flores punya potensi geothermal yang sangat besar. Saking besarnya, Flores sangat mungkin dijadikan pulau geothermal.

“Insya Allah, kita akan jadikan Flores sebagai pulau geothermal karena potensi geothermal di sana luar biasa,” kata Eniya saat konferensi pers Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta.

Kenapa Geothermal? Ini Alasannya!

Menurut Eniya, geothermal adalah satu-satunya energi terbarukan yang paling cocok untuk menggantikan bahan bakar diesel di Flores. Sumber energi terbarukan lain seperti PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) sulit dikembangkan karena kondisi Flores yang kering dan panas.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga bisa jadi pilihan, tapi butuh lahan yang sangat luas untuk menggantikan konsumsi diesel di seluruh pulau. Jadi, geothermal adalah “hadiah” terbaik dari alam untuk Flores!

Subsidi Diesel? Beban Negara!

Pemerintah punya alasan kuat untuk mencari pengganti diesel di Flores. Subsidi bahan bakar diesel untuk Flores mencapai Rp1 triliun per tahun! Jumlah yang sangat besar dan membebani anggaran negara.

“Ini yang mendorong kami untuk bisa merealisasikan proyek geothermal di Flores,” jelas Eniya.

Pro dan Kontra: Tantangan Proyek Geothermal Flores

Namun, rencana ini tidak berjalan mulus. Masyarakat, tokoh adat, dan kelompok gereja di Flores menyuarakan kekhawatiran tentang dampak proyek geothermal terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Penolakan terhadap proyek ini sudah berlangsung berbulan-bulan.

Mereka memprotes Keputusan Menteri ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017 yang menetapkan Flores sebagai pulau geothermal. Sejak keputusan itu diterbitkan, beberapa proyek geothermal mulai dikembangkan di Flores, seperti Mataloko (Ngada), Poco Leok, dan Wae Sano.

Pemerintah Cari Solusi Terbaik

Eniya mengakui adanya penolakan terhadap proyek geothermal di Flores. “Terus terang, saya diprotes di Flores. Kami terus berkomunikasi intensif dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Semoga isu ini bisa diatasi,” ujarnya.

Pemerintah juga menjalin komunikasi dengan Keuskupan Ende, serta pihak-pihak terkait seperti PT Sokoria Geothermal Indonesia, PT PLN, dan PT Daya Mas Geopatra Energi untuk menjalankan proyek ini. Eniya dan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, berencana mengunjungi NTT untuk menindaklanjuti masalah ini.

“Memang ada sedikit masalah, kami akui itu,” tambah Eniya.

Potensi Geothermal Indonesia: Peluang Besar!

Indonesia punya potensi geothermal yang sangat besar. Menurut data Kementerian ESDM, potensi geothermal Indonesia mencapai 23,7 Gigawatt (GW). Sayangnya, baru sekitar 2,3 GW yang dimanfaatkan.

Pengembangan geothermal di Flores bisa menjadi contoh sukses pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, geothermal juga bisa menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian daerah.

Bagaimana Nasib Flores Selanjutnya?

Kita tunggu saja perkembangan proyek geothermal di Flores. Semoga pemerintah bisa menemukan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak, baik masyarakat, lingkungan, maupun negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top