Siapa sangka, perjalanan laut Surabaya-Lombok bisa jadi cerita seru? Dahlan Iskan berbagi pengalaman uniknya. Yuk, simak kisah lengkapnya!
- Perjalanan laut Surabaya-Lombok yang tenang.
- Kekurangan kecil: lauk untuk berbuka puasa ketinggalan.
- Makan nasi dan bumbu rendang seadanya.
Laut Tenang, Hati Riang?
Alhamdulillah, laut tenang dan kapal besar. Tak ada gelombang yang mengganggu sepanjang malam. Tidur pun nyenyak. Tapi, ada satu kekurangan kecil yang bikin cerita.
Lauk Ketinggalan, Rendang Jadi Penyelamat?
Saat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, rombongan berhenti di warung Padang rasa Aceh. Dua jam lagi waktunya berbuka puasa. Istri Dahlan Iskan memesan nasi bungkus berisi rendang, kikil, sayur nangka, dan daun ketela.
Mental Tangga Kapal dan Rendang Seadanya
Kapal ferry yang ditumpangi ternyata besar sekali, panjangnya 160 meter. Dahlan Iskan mengingatkan istrinya untuk menyiapkan mental menaiki tangga kapal. Apa boleh buat, Dahlan Iskan hanya bisa makan nasi dan bumbu rendang. Istrinya makan sayur nangka. Rupanya, sang istri minta tambahan bumbu rendang. Bumbunya ada, tapi rendangnya… entah ke mana.
Tips Perjalanan Ferry yang Lebih Seru
Supaya perjalanan ferry kamu lebih asyik, ini beberapa tips tambahan:
- Bawa Bekal Lengkap: Jangan sampai lupa lauk seperti Pak Dahlan, ya! Siapkan makanan dan minuman favoritmu.
- Siapkan Hiburan: Bawa buku, download film, atau podcast seru untuk menemani perjalanan.
- Nikmati Pemandangan: Jangan cuma di dalam kabin! Sesekali keluar dan nikmati indahnya laut.
- Kenalan dengan Penumpang Lain: Siapa tahu bisa dapat teman baru!
Sejarah Singkat Rendang: Dari Minangkabau Mendunia
Rendang bukan cuma sekadar lauk, tapi juga warisan budaya Indonesia. Masakan ini berasal dari Minangkabau dan sudah ada sejak abad ke-16. Rendang punya makna filosofis yang mendalam, yaitu musyawarah, mufakat, dan kesabaran. Proses memasak rendang yang lama melambangkan kesabaran dan ketelitian. Kini, rendang sudah mendunia dan menjadi salah satu makanan terlezat di dunia versi CNN.




