Tragis! Turis Brasil Jatuh ke Jurang Rinjani, Jenazah Dipulangkan

Kabar duka datang dari Gunung Rinjani. Seorang turis asal Brasil mengalami kecelakaan tragis dan ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang. Proses pemulangan jenazah sedang diupayakan. Artikel ini akan membahas detail kejadian, proses evakuasi, dan langkah-langkah selanjutnya.

  • Kejadian Tragis: Turis Brasil jatuh ke jurang di Gunung Rinjani.
  • Proses Evakuasi: Tim SAR mengalami kesulitan akibat medan yang berat.
  • Pemulangan Jenazah: Jenazah akan diterbangkan ke Brasil melalui Denpasar, Bali.
  • Bantuan untuk Keluarga: Pihak berwenang menanggung biaya keluarga korban selama di Lombok.

Kecelakaan Maut di Gunung Rinjani

Gunung Rinjani, dengan keindahan alamnya yang memukau, kembali menelan korban. Seorang turis wanita asal Brasil bernama JDSP (27) mengalami nasib tragis saat mendaki gunung tersebut. Ia terjatuh ke dalam jurang di sekitar Cemara Nunggal pada Sabtu pagi (21 Juni 2025).

Kronologi Kejadian: Mendaki Bersama Rombongan

JDSP mendaki Gunung Rinjani bersama rombongan tur. Namun, nahas menimpanya saat berada di dekat Cemara Nunggal. Diduga, ia terpeleset dan jatuh ke dalam jurang yang curam. Anggota rombongan yang lain segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Tim SAR Dikerahkan: Medan Ekstrem Jadi Kendala

Tim SAR (Search and Rescue) segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Namun, proses evakuasi tidaklah mudah. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengungkapkan bahwa medan di sekitar lokasi kejadian sangat ekstrem dan berkabut. Hal ini menyulitkan tim SAR untuk mencapai lokasi korban.

Pencarian dengan Drone Termal: Titik Terang Ditemukan

Setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, tim SAR akhirnya menemukan titik terang pada hari Senin (23 Juni 2025). Mereka menggunakan drone termal untuk memantau area sekitar. Dari pantauan drone, terlihat seseorang yang diduga JDSP dalam kondisi tidak responsif.

Evakuasi Dramatis: Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit

Setelah memastikan lokasi korban, tim SAR segera bergerak menuju lokasi. Dengan segala upaya, mereka berhasil mencapai korban dan mengevakuasinya dari jurang. Jenazah JDSP kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Autopsi dan Pemulangan Jenazah: Keluarga Korban Mendampingi

Setelah dilakukan autopsi, jenazah JDSP akan segera dipulangkan ke Brasil. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal, menyatakan bahwa jenazah akan diterbangkan melalui Denpasar, Bali, karena tidak ada penerbangan langsung dari Lombok ke Bali.

Pemerintah Daerah Berikan Bantuan: Keluarga Korban Diberikan Dukungan

Pemerintah Daerah NTB juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. Mereka menanggung seluruh biaya akomodasi dan transportasi keluarga selama berada di Lombok. Keluarga JDSP sendiri telah berada di Sembalun, Lombok Timur, untuk mendampingi proses autopsi.

Rinjani: Magnet Bagi Wisatawan, Tapi Juga Menyimpan Bahaya

Gunung Rinjani memang menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun, perlu diingat bahwa Rinjani juga menyimpan potensi bahaya. Para pendaki diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan yang berlaku, dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum mendaki.

Selain itu, penting juga untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang baik tentang medan Rinjani. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan selama pendakian.

Tips Aman Mendaki Gunung Rinjani: Persiapan Adalah Kunci

Berikut adalah beberapa tips aman mendaki Gunung Rinjani:

  • Persiapan Fisik: Latihan fisik secara teratur sebelum mendaki.
  • Perlengkapan: Bawa perlengkapan mendaki yang lengkap dan sesuai.
  • Pemandu: Gunakan jasa pemandu wisata yang berpengalaman.
  • Kondisi Cuaca: Perhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama pendakian.
  • Patuhi Aturan: Patuhi semua aturan dan larangan yang berlaku.

Semoga kejadian tragis ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top