Astronot NASA Balik ke Bumi Setelah 9 Bulan Terjebak di Luar Angkasa! Kok Bisa?

Dua astronot NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, akhirnya kembali ke Bumi setelah mengalami perjalanan luar angkasa yang tak terduga! Mereka ‘terjebak’ di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama 9 bulan lamanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Berikut poin-poin penting dari kepulangan mereka:

  • Kembali dengan kapsul SpaceX setelah penundaan panjang.
  • Misi awal seharusnya hanya seminggu dengan Boeing Starliner.
  • Menjalankan berbagai eksperimen dan perbaikan di ISS.
  • Kepulangan disambut meriah di seluruh dunia.

Misi yang Molor: Kok Bisa Sampai 9 Bulan?

Awalnya, Butch Wilmore dan Suni Williams dijadwalkan hanya berada di ISS selama seminggu. Mereka berangkat pada 5 Juni dengan kapsul Boeing Starliner yang baru. Sayangnya, banyak masalah muncul selama penerbangan menuju stasiun luar angkasa. NASA akhirnya memutuskan untuk mengirim kembali Starliner tanpa awak dan memindahkan kedua astronot ke SpaceX.

Keputusan ini membuat kepulangan mereka tertunda hingga Februari. Namun, masalah dengan kapsul SpaceX kembali menunda kepulangan mereka selama sebulan. Akhirnya, kedatangan kru pengganti pada hari Minggu memungkinkan Wilmore dan Williams untuk pulang.

Perjalanan Panjang dan Berliku

Wilmore dan Williams menghabiskan 286 hari di luar angkasa, jauh lebih lama dari perkiraan awal. Selama itu, mereka mengorbit Bumi sebanyak 4.576 kali dan menempuh jarak 195 juta kilometer! Bayangkan, lebih dari separuh populasi Indonesia!

“Atas nama SpaceX, selamat datang kembali,” kata SpaceX Mission Control di California.

“Sungguh perjalanan yang luar biasa,” jawab Hague, komandan kapsul.

Sambutan Meriah dan Lumba-Lumba yang Ikut Bergembira!

Kapsul mereka mendarat di Teluk Meksiko, di lepas pantai Tallahassee, Florida. Yang menarik, lumba-lumba terlihat berenang di dekat kapsul saat para penyelam bersiap untuk mengangkatnya ke kapal pemulihan.

Setelah berada di kapal, palka samping dibuka dan para astronot dibantu keluar satu per satu. Williams keluar hampir terakhir, diikuti oleh Wilmore yang memberikan dua jempol.

Dari Tamu Jadi Bagian Penting ISS

Meskipun awalnya hanya tamu, Wilmore dan Williams dengan cepat menjadi anggota kru stasiun yang penting. Mereka melakukan eksperimen, memperbaiki peralatan, dan bahkan berjalan di luar angkasa bersama-sama.

Williams mencetak rekor sebagai astronot wanita dengan waktu terlama berjalan di luar angkasa, yaitu 62 jam selama sembilan kali spacewalk! Keren banget!

Sempat Jadi Sorotan Politik

Misi mereka sempat diwarnai dengan isu politik ketika Presiden Donald Trump meminta Elon Musk untuk mempercepat kepulangan para astronot dan menyalahkan pemerintahan Biden atas keterlambatan tersebut. Namun, NASA menegaskan bahwa mereka sudah mempertimbangkan berbagai opsi sebelum Trump mengeluarkan permintaan tersebut.

Masa Depan Penerbangan Luar Angkasa

NASA menyewa SpaceX dan Boeing setelah program pesawat ulang-alik berakhir. Tujuannya adalah untuk memiliki dua perusahaan AS yang bersaing untuk mengangkut astronot ke dan dari stasiun luar angkasa hingga ditinggalkan pada tahun 2030. Rencananya, stasiun ini akan digantikan dengan stasiun yang dijalankan swasta sehingga NASA dapat fokus pada ekspedisi ke bulan dan Mars.

Reaksi Keluarga dan Orang Terdekat

Meskipun Wilmore dan Williams tidak keberatan menghabiskan lebih banyak waktu di luar angkasa, mereka mengakui bahwa hal itu sulit bagi keluarga mereka. Wilmore melewatkan sebagian besar tahun terakhir sekolah menengah putrinya, sementara Williams hanya bisa menelepon suaminya, ibunya, dan kerabat lainnya dari luar angkasa.

Doa untuk Williams dan Wilmore dipanjatkan di 21 kuil Hindu di AS selama beberapa bulan menjelang kepulangan mereka. Kerabat dan teman-teman dekat pun menyambut kepulangan mereka dengan suka cita.

Apa Selanjutnya?

Setelah kembali ke Bumi, Wilmore dan Williams akan menjalani pemeriksaan medis untuk menyesuaikan diri dengan gravitasi. Mereka diperkirakan bisa pulang setelah satu atau dua hari. Selanjutnya, kita tunggu saja petualangan mereka berikutnya!

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top