Kabar gembira buat pecinta astronomi! Misteri sinyal X-ray yang membingungkan di Nebula Helix selama 45 tahun akhirnya terpecahkan. Penasaran apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, simak rangkuman lengkapnya di bawah ini:
- Sinyal X-ray misterius dari Nebula Helix akhirnya terungkap berkat observatorium Chandra NASA dan wahana antariksa XMM-Newton Eropa.
- Diduga kuat, sinyal ini berasal dari planet yang hancur dan ‘ditelan’ oleh bintang katai putih di pusat Nebula Helix.
- Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang nasib planet-planet di sekitar bintang yang memasuki fase akhir kehidupannya.
Nebula Helix: Kisah Bintang yang ‘Sekarat’ dan Planet yang Malang
Nebula Helix adalah sisa-sisa bintang mirip Matahari yang telah memasuki akhir hayatnya. Bintang ini membuang sebagian besar massanya, meninggalkan inti yang sangat panas yang disebut katai putih. Inti inilah yang menjadi pusat perhatian para ilmuwan.
Sinyal X-ray Misterius: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sinyal X-ray dari Nebula Helix pertama kali terdeteksi pada tahun 1980. Awalnya, para ilmuwan bingung karena katai putih seperti WD 2226-210 (yang berada di pusat Nebula Helix) umumnya tidak menghasilkan sinyal X-ray yang kuat. Lalu, dari mana asalnya?
Jeritan Terakhir Sebuah Planet?
Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Sandino Estrada-Dorado dari Universitas Otonom Nasional Meksiko memberikan jawaban yang mengejutkan. Mereka menduga bahwa sinyal X-ray ini berasal dari puing-puing planet yang tertarik ke permukaan katai putih. Bisa dibilang, ini adalah ‘jeritan terakhir’ dari planet yang hancur di Nebula Helix!
Bukti Kejahatan Kosmik: Katai Putih ‘Memakan’ Planet
Sebelumnya, para astronom menduga bahwa ada planet seukuran Neptunus yang mengorbit katai putih WD 2226-210 dengan sangat cepat, hanya dalam waktu tiga hari Bumi. Penelitian terbaru mengungkap bahwa planet ini mungkin pernah memiliki ‘saudara’ sebesar Jupiter yang orbitnya lebih dekat lagi ke katai putih.
Bagaimana Planet Itu Hancur?
Planet malang ini awalnya mungkin berada jauh dari WD 2226-210, tetapi perlahan-lahan bermigrasi ke dalam akibat interaksi gravitasi dengan planet lain di sistem tersebut. Begitu planet itu cukup dekat, gravitasi kuat dari katai putih akan merobeknya hingga hancur.
Puing-puing Planet yang Membara
Martin Guerrero dari Institut Astrofisika Andalusia, Spanyol, menjelaskan bahwa sinyal misterius yang terlihat kemungkinan disebabkan oleh puing-puing planet yang hancur jatuh ke permukaan katai putih, kemudian dipanaskan hingga bersinar dalam sinar-X. Jika hipotesis ini terkonfirmasi, maka ini akan menjadi pertama kalinya ilmuwan menemukan sebuah planet yang benar-benar dihancurkan oleh bintang induknya di dalam nebula planet.
Teleskop X-ray Ungkap Fakta Penting
Dengan menggunakan data dari satelit ROSAT, Chandra, dan XMM-Newton, para astronom menemukan bahwa sinyal X-ray dari Nebula Helix tetap stabil antara tahun 1992, 1999, dan 2002. Namun, mereka juga mendeteksi perubahan kecil tetapi teratur dalam sinyal setiap tiga jam sekali. Ini menjadi bukti utama bahwa ada sisa-sisa planet yang sangat dekat dengan WD 2226-210.
Bukan Bintang Kecil yang Hancur
Tim peneliti kemudian menyingkirkan kemungkinan bahwa sinyal tersebut berasal dari bintang kecil pendamping yang juga dihancurkan oleh katai putih. Jika objek itu adalah sebuah bintang kecil, ia akan memiliki massa yang cukup besar untuk bertahan dari kehancuran total akibat gravitasi katai putih.
Katai Putih Pemakan Planet: Kelas Bintang Baru?
Sinyal X-ray dari WD 2226-210 ternyata mirip dengan dua katai putih lain yang tidak berada dalam nebula planet. Salah satunya diketahui sedang ‘mengupas’ material dari planet pendampingnya secara perlahan, sementara yang lain terlihat sedang mengonsumsi sisa-sisa planet yang telah hancur total. Penemuan ini menunjukkan katai putih yang ‘memakan’ planet mungkin merupakan kelas baru dari bintang yang berubah secara dinamis atau bintang variabel.
Implikasi Penemuan Ini
Jesús Toala, anggota tim dari Universitas Meksiko, mengatakan bahwa menemukan lebih banyak sistem seperti ini sangat penting karena dapat mengajarkan kita tentang bagaimana planet bertahan atau hancur ketika bintang induknya seperti Matahari memasuki fase akhir kehidupannya. Penelitian ini membuka wawasan baru tentang bagaimana nasib planet-planet di sekitar bintang yang telah tua, serta bagaimana bintang katai putih dapat menjadi penghancur sistem tata suryanya sendiri.
Jadi, begitulah kisah misteri sinyal X-ray di Nebula Helix. Sebuah pengingat kosmik tentang siklus kehidupan dan kematian di alam semesta yang luas ini.


