Warga di Konawe Kepulauan dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa tektonik pada Kamis siang, 26 Maret 2026. Getaran yang terasa cukup kuat membuat masyarakat di beberapa wilayah panik, meski BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami.
- Lokasi Gempa: 61 km timur laut Konawe Kepulauan.
- Kekuatan: Magnitudo 4,9 (Gempa dangkal).
- Kedalaman: 10 kilometer.
- Dampak: Terasa kuat di Konawe Kepulauan, Kendari, dan Konawe Selatan.
Detail Kejadian Gempa
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 3,72 LS dan 123,44 BT. Dengan kedalaman yang hanya 10 kilometer, wajar jika guncangan ini dirasakan dengan intensitas yang cukup signifikan oleh masyarakat setempat.
Nasrol Adil, Plt Kepala BBMKG Wilayah IV, menjelaskan bahwa penyebab gempa ini adalah aktivitas sesar aktif yang dikenal sebagai Sesar Naik Tolo di perairan Sulawesi Tenggara.
Dampak yang Dirasakan Warga
Guncangan tidak hanya dirasakan di pusat gempa, tapi merambat hingga ke kota besar seperti Kendari. Berikut adalah tabel skala intensitas yang dirasakan:
| Lokasi | Skala Intensitas | Dampak |
|---|---|---|
| Konawe Kepulauan | IV MMI | Dirasakan nyata di dalam rumah, seperti truk lewat. |
| Kendari & Konawe Selatan | III MMI | Benda pecah belah bergetar, jendela berderik. |
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gempa?
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang parah atau korban jiwa. BMKG terus memantau situasi dan sejauh ini belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
Bagi warga yang terdampak, langkah-langkah berikut sangat disarankan:
- Tetap tenang dan jangan mudah percaya dengan isu hoaks yang beredar di media sosial.
- Periksa kondisi struktur rumah Anda, pastikan tidak ada retakan atau kerusakan berbahaya sebelum masuk ke dalam ruangan.
- Selalu pantau informasi resmi hanya dari aplikasi atau situs web resmi BMKG.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gempa ini berpotensi menyebabkan tsunami?
Tidak. BMKG telah memastikan bahwa gempa dengan magnitudo 4,9 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Mengapa getaran terasa sangat kuat padahal magnitudo hanya 4,9?
Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal dengan kedalaman hanya 10 km. Hal ini menyebabkan energi getaran lebih mudah dirasakan oleh penduduk di permukaan.
